Rayakan Hari Kartini, Perpustakaan UMK Manjakan Pengunjung dengan Cokelat Gratis dan Nuansa Kebaya


 


 

Rayakan Hari Kartini, Perpustakaan UMK Manjakan Pengunjung dengan Cokelat Gratis dan Nuansa Kebaya

Selasa, 21 April 2026


GROBOG JATENG, KudusSuasana di Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) tampak berbeda dari biasanya pada Selasa pagi (21/4/2026). Jika biasanya hanya diisi dengan keheningan aktivitas literasi, kali ini perpustakaan tersebut memancarkan nuansa budaya yang kental sekaligus kehangatan yang manis dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Melalui program layanan spesial, Perpustakaan UMK menyambut para mahasiswa dan pemustaka dengan sentuhan tradisional. Seluruh petugas wanita tampil anggun mengenakan kebaya, sementara petugas pria mengenakan batik khas Kudus. Tak hanya soal penampilan, setiap pengunjung yang datang untuk meminjam buku atau beraktivitas literasi juga dikejutkan dengan pembagian cokelat gratis.

Kepala Perpustakaan UMK, Firman Al-Mubaraq, S.Hum., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan R.A. Kartini, khususnya di bidang pendidikan dan literasi.
"Kami ingin menciptakan atmosfer yang inklusif dan menyenangkan. Kebaya yang mengenakan petugas adalah simbol penghormatan terhadap identitas bangsa, sedangkan cokelat merupakan apresiasi kecil bagi mahasiswa agar tetap semangat menuntut ilmu," ujarnya.

Firman juga menekankan bahwa momentum Hari Kartini adalah pengingat penting mengenai kesetaraan akses informasi. Baginya, semangat Kartini dalam memperjuangkan literasi tetap menjadi inspirasi utama bagi Perpustakaan UMK.
“Di era modern ini, kami berupaya memastikan bahwa perpustakaan menjadi ruang yang inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri melalui koleksi dan fasilitas yang kami sediakan, dengan tetap menjunjung tinggi keramahan dan nilai-nilai luhur budaya kita," tutur Firman.

Inisiatif ini pun mendapat respons positif dari para mahasiswa. Banyak pengunjung yang antusias, bahkan menyempatkan diri untuk berswafoto bersama petugas yang berkebaya sebelum melanjutkan studi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi ruang sosial yang hidup dan adaptif tanpa meninggalkan nilai sejarah.

Dengan perayaan ini, Perpustakaan UMK berharap dapat terus konsisten menjadi motor penggerak literasi bagi seluruh sivitas akademika, membawa semangat "Habis Gelap Terbitlah Terang" ke dalam dunia pendidikan modern. (GJ)