Petaka Bara Tungku Dapur: Rumah Warga Godong Hangus Saat Pemiliknya Pergi Kondangan


 


 

Petaka Bara Tungku Dapur: Rumah Warga Godong Hangus Saat Pemiliknya Pergi Kondangan

Selasa, 19 Mei 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Sebuah rumah limasan milik Sapuan (72), warga Desa Bringin, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, ludes dilalap si jago merah pada Selasa (19/5/2026) siang. 


Ironisnya, bencana ini terjadi saat pemilik rumah sedang tidak berada di tempat karena menghadiri hajatan pernikahan sang cucu di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung.


Peristiwa pilu ini pertama kali disadari oleh seorang warga bernama Desi Nur Kholifah (31). Saat melintas di sekitar lokasi, pandangannya tertuju pada kepulan asap tebal yang membubung tinggi dari rumah korban. 

Merasa curiga, ia mendekat dan mendapati kobaran api sudah membesar dan melahap struktur bangunan. Sontak, Desi berteriak meminta pertolongan warga sekitar, lalu segera melaporkan insiden tersebut ke perangkat desa dan pihak kepolisian.


Mendapat laporan darurat, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Godong bergerak cepat menuju lokasi. Bersama petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan dibantu masyarakat setempat, mereka bahu-membahu menjinakkan kobaran api agar tidak meluas ke pemukiman sekitar.


Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Godong AKP Muh Suharto mengatakan, bahwa usai menerima laporan kejadian kebakaran, pihaknya langsung menerjunkan personel ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penanganan.

“Setelah menerima laporan, anggota Polsek Godong langsung menuju lokasi kejadian untuk membantu proses pemadaman api sekaligus melakukan pengamanan di sekitar TKP,” ujar AKP Muh Suharto.


Kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, bangunan rumah limasan berukuran 10 meter x 12 meter tersebut sudah telanjur hangus. 


Tak hanya bangunan, beberapa aset berharga seperti sepeda listrik, sepeda kayuh, serta peralatan memasak milik korban tidak sempat diselamatkan.“Total kerugian material akibat peristiwa kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp40 juta,” imbuh Kapolsek Godong.


Berdasarkan hasil olah TKP awal, sumber petaka diduga kuat berasal dari dapur korban sendiri. Api disinyalir dipicu oleh sisa bara api di dalam tungku tradisional yang belum mati total usai digunakan untuk aktivitas memasak sebelum keluarga berangkat ke acara hajatan.


“Petugas Polsek Godong bersama warga dan Damkar berupaya memadamkan api hingga akhirnya kobaran api berhasil dipadamkan,” ungkapnya.


Guna keperluan penyelidikan dan memastikan penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian telah mengamankan beberapa barang bukti dari sisa reruntuhan, termasuk tungku bekas memasak dan potongan bambu yang hangus terbakar.


Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengingatkan seluruh warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang bersumber dari dapur rumah.


“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan api benar-benar padam setelah digunakan memasak agar tidak menimbulkan kebakaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya. (GJ/Red).