Wisata Borobudur Mau Dibikin Mirip Turki, 5 Daerah Ini Siap-Siap Ketiban Rezeki!


 


 

Wisata Borobudur Mau Dibikin Mirip Turki, 5 Daerah Ini Siap-Siap Ketiban Rezeki!

Kamis, 04 Juni 2026

GROBOG JATENG, Temanggung Kawasan Candi Borobudur kini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan wisata berkelanjutan. Destinasi ini akan menghubungkan wilayah Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Temanggung yang dikenal sebagai kawasan aglomerasi Keburejo-Gelangmanggung.

Langkah ini diambil melalui penguatan konektivitas antardestinasi, pengembangan desa wisata, serta integrasi kalender event. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan pergerakan wisatawan yang lebih merata sekaligus memperbesar dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Gagasan besar ini menjadi bahasan penting dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang digelar di Pendopo Kabupaten Temanggung pada Rabu (3/6/2026). 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Borobudur tidak boleh berdiri sebagai destinasi tunggal. Candi Hindu-Buddha megah ini harus menjadi hub yang menghubungkan berbagai objek wisata unggulan di sekitarnya. Konsep ini mengadopsi sistem pariwisata di sejumlah negara dunia. Ketika wisatawan datang ke satu destinasi utama, mereka langsung diarahkan menuju kawasan penyangga yang saling terhubung.

“Di Turki, begitu masuk ke sana langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi. Di wilayah eks Karesidenan Kedu juga harus begitu. Dampak Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, dan pantai-pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh wisatawan di Borobudur,” kata Luthfi. Dikutip dari media jatengprov.

Gubernur mendorong agar detail konektivitas antarwilayah segera dirumuskan. Integrasi ini nantinya akan mencakup beberapa kawasan strategis:Kawasan Borobudur-Kopeng-Rawa Pening.Destinasi wisata di Purworejo.Kawasan Geopark dan wisata pantai di Kebumen.

Selain rute konektivitas, pengembangan desa wisata menjadi fokus utama untuk memperkuat ekosistem pariwisata. Saat ini, lima daerah penopang telah menetapkan target jumlah desa wisata baru yang akan dikembangkan:Kabupaten Magelang: 50 desa wisata.
Purworejo: 45 desa wisata.
Kebumen: 35 desa wisata.
Temanggung: 30 desa wisata.
Kota Magelang: 5 desa wisata.

“Kita siapkan sekarang agar tahun 2027 tinggal pelaksanaan. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga harus menjadi prioritas,” tambah Luthfi. 

Ia juga meminta pemerintah daerah untuk memperbanyak penyelenggaraan event skala lokal maupun besar karena sektor pariwisata dinilai sebagai industri yang tahan terhadap resesi.

Rencana strategis Pemprov Jateng ini mendapat sambutan baik dari para pemimpin daerah yang hadir.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, melihat peluang besar untuk meningkatkan okupansi perhotelan dengan mematangkan wacana pembukaan kawasan Candi Borobudur pada malam hari. 

Sementara itu, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, berharap promosi Borobudur dapat dikolaborasikan dengan wisata alam Sindoro-Sumbing yang dikelola berbasis komunitas.

Dari sisi manajemen agenda, Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, mengusulkan pembuatan kalender event terpadu bersama. Langkah kolaboratif ini dinilai penting agar tidak terjadi benturan jadwal pelaksanaan kegiatan antarwilayah sekaligus memperkuat promosi kolektif.

Melalui sinergi lintas daerah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimis mampu menjadikan Candi Borobudur bukan sekadar ikon wisata dunia, melainkan juga lokomotif utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di seluruh kawasan Keburejo-Gelangmanggung. (GJ/Red).