Luthfi Pastikan 85 Ribu Buruh Tembakau Jateng Dapat BLT Rp600 Ribu!


 


 

Luthfi Pastikan 85 Ribu Buruh Tembakau Jateng Dapat BLT Rp600 Ribu!

Selasa, 30 Juni 2026

GROBOG JATENG, Kudus- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 untuk pekerja sektor pertembakauan. Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kabupaten Kudus.

Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp51 miliar untuk 85.000 pekerja. Penyaluran ini mencakup 33 kabupaten/kota, 136 kecamatan, dan 663 desa/kelurahan di Jawa Tengah. Hanya Kota Tegal dan Kabupaten Pekalongan yang tidak mendapatkan alokasi provinsi karena kebutuhan warganya telah dipenuhi oleh anggaran daerah masing-masing.

“Di Jawa Tengah ini total penerimanya 85.000 orang, nilainya Rp51 miliar,” kata Luthfi, saat menyerahkan BLT DBHCHT secara simbolis kepada lima pekerja di PT Djarum Brak Karangbener, Kabupaten Kudus, Senin (29/6/2026).

Khusus untuk Kabupaten Kudus, alokasi bantuan menyasar 26.565 pekerja dengan total nominal Rp15,9 miliar. Sebanyak 5.069 orang di antaranya merupakan buruh yang bekerja di PT Djarum.

Penyaluran dana tunai ini menggandeng PT Pos Indonesia dengan target penyelesaian mulai 23 Juni hingga 8 Juli 2026. Hingga Senin (29/6/2026) pagi, realisasi bantuan telah mencapai 56,84% atau setara Rp28,9 miliar yang didistribusikan kepada 48.313 penerima manfaat.

Setiap pekerja menerima dana sebesar Rp600.000 untuk periode dua bulan, yaitu Mei dan Juni. Prioritas penerima difokuskan pada tiga elemen utama industri tembakau: Buruh pabrik rokok, Buruh tani tembakau, Buruh tani cengkeh.

“Saya berikan langsung, saya cek masyarakat kita senang sekali,” ujarnya.

“Ini untuk meringankan beban kebutuhan hidup masyarakat. Bisa buat beli kebutuhan pangan atau kebutuhan sekolah anak. Ini hak masyarakat (pekerja industri hasil tembakau) yang harus diberikan oleh pemerintah,” jelasnya.

Bantuan ini disambut baik oleh para pekerja pabrik rokok yang menggunakannya untuk menopang kebutuhan dapur serta biaya pendidikan anak.

Wiwin Winarni, salah satu pekerja PT Djarum asal Trengguli, Demak, menyampaikan harapannya agar nominal bantuan bisa kembali meningkat di masa mendatang.

“Semoga tahun depan bisa seperti tahun kemarin, tahun kemarin itu dapat dua kali jumlahnya Rp1,2 juta,” ujar warga asal Trengguli, Kabupaten Demak, yang sudah enam tahun bekerja di pabrik tersebut.

Manfaat serupa juga dirasakan oleh Siti Zulaikah, buruh bagian pengepakan asal Gembong, Pati. Ibu dua anak ini merasa momentum pencairan bantuan sangat tepat dengan jadwal tahun ajaran baru sekolah.

“Ini nanti dibuat beli peralatan sekolah, ini kan sudah mau kenaikan kelas. Anak minta sepatu, tas, dan lainnya. Anak dua, kelas 5 SD dan 3 SMA,” ujar Zulaikah, yang sudah bekerja selama 26 tahun di bagian pengepakan tersebut. (GJ/Red).