Pesan Mendalam Wagub Taj Yasin di Haul Mbah Mahali Blora: Hormati Orang Saleh di Akhir Zaman


 


 

Pesan Mendalam Wagub Taj Yasin di Haul Mbah Mahali Blora: Hormati Orang Saleh di Akhir Zaman

Minggu, 28 Juni 2026

GROBOG JATENG, BloraSuasana khidmat menyelimuti Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora pada Sabtu (27/6/2026). Ratusan warga dan tokoh penting berkumpul di Makam KH Abdul Syukur Al Mahali (Mbah Mahali) untuk memperingati Haul ke-126 sang ulama besar.

Dalam momen spiritual tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, hadir dan memberikan pesan mendalam kepada para jemaah. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan kehidupan serta rekam jejak perjuangan para ulama sebagai kompas moral dan keteladanan hidup. 

Bagi Taj Yasin, dedikasi Mbah Mahali dalam mensyiarkan agama Islam merupakan warisan berharga yang tidak boleh pudar ditelan zaman.

“Kita membutuhkan ulama seperti ini. Kita harus menghormati orang-orang saleh. Kita harus mencintai orang-orang yang bertakwa. Terutama pada masa akhir zaman seperti saat sekarang ini,” ujarnya.

Senada dengan Wagub, Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa peringatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar agenda seremonial belaka. 

Bagi pemerintah daerah, bertahannya tradisi haul hingga lebih dari satu abad menjadi cerminan betapa kuatnya fondasi dakwah yang telah dibangun oleh Mbah Mahali. Dampak positif dan berkah dari perjuangan sang ulama bahkan masih dirasakan nyata oleh masyarakat di wilayah Cepu, Sambong, Jiken, dan sekitarnya hingga hari ini.

“Melalui momentum ini, kita diajak untuk mendekati keteladanan, kegigihan, serta keikhlasan para pendahulu kita,” kata dia.

Lebih lanjut, Sri Setyorini juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara umara (pemerintah) dan ulama dalam mengawal pembangunan daerah. 

Ia menyadari bahwa visi kemajuan Blora tidak akan bisa tercapai secara optimal tanpa adanya harmoni dan restu dari para guru agama. Pemerintah sangat membutuhkan dukungan, sinergi, dan doa dari para ulama, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat. (GJ/Red).