Puan Maharani, Minta Tata Kelola Latsarmil Koperasi Dirombak Total


 


 

Puan Maharani, Minta Tata Kelola Latsarmil Koperasi Dirombak Total

Selasa, 30 Juni 2026

GROBOG JATENG, Jakarta Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam latihan dasar militer (latsarmil). Kegiatan tersebut ditujukan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Koperasi Nelayan Merah Putih. Guna mencegah insiden serupa, Puan menegaskan pentingnya langkah konkret dan evaluasi total.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menekankan bahwa keselamatan peserta wajib menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, ia mendesak adanya pembenahan segera, terutama pada pola tata kelola pelaksanaan kegiatan di lapangan.

"Pertama, kami di DPR menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya terkait adanya korban dalam rangka pelaksanaan hal tersebut. Dan jangan sampai hal tersebut, kemudian terulang kembali," ujar Puan dalam konferensi pers usai memimpin Rapat Paripurna DPR RI Ke-22 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/06/2026), dikutip dari laman DPR-RI.

Lebih lanjut, pihak parlemen mendorong peninjauan menyeluruh terhadap standar operasional prosedur Latsarmil SPPI. Puan berharap proses evaluasi yang berlangsung mampu menyelesaikan akar masalah dengan memperkuat aspek manajerial.

"Bahwa sudah dilakukan evaluasi, kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh dan memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih baik fokus pada managerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan yang sesuai diharapkan," tambahnya.

Sebagai penutup, legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah V ini menegaskan komitmen DPR untuk mengawal ketat tindak lanjut dari rekomendasi evaluasi tersebut. Pengawasan ini dinilai krusial demi memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh peserta di masa depan.

"Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan nanti akan kami tindaklanjuti. Kita lihat dulu apa," pungkas Puan. (GJ/Red).