GROBOG JATENG, Grobogan - Malam sunyi di Desa Sumberagung, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, seketika berubah mencekam pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Sebuah kepulan asap tebal disertai kobaran api mendadak membubung tinggi dari area dapur rumah milik seorang lansia bernama Marinem (76).
Peristiwa mengerikan ini pertama kali disadari oleh tetangga korban, Supiyono (65). Pria yang tinggal tepat di samping rumah Marinem tersebut awalnya merasa curiga setelah mendengar suara letupan yang asing di telinganya.
Saat melangkah keluar untuk memeriksa keadaan, ia terkejut melihat si jago merah sudah membesar dan melalap bangunan dapur tradisional yang didominasi material kayu jati.Tanpa membuang waktu, Supiyono berteriak histeris meminta pertolongan sembari menerobos masuk untuk membangunkan Marinem yang sedang terlelap di kamarnya.
Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung berhamburan keluar. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong-royong menjinakkan api sekaligus menyelamatkan barang-barang berharga korban dari amukan api.
Mendapat laporan genting dari masyarakat, pihak kepolisian langsung mengambil tindakan taktis.
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama melalui Kapolsek Godong AKP Muh. Suharto menjelaskan bahwa personelnya langsung diterjunkan ke lokasi bersama tim pemadam kebakaran.
"Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak menuju lokasi bersama petugas pemadam kebakaran. Langkah cepat ini kami lakukan agar api tidak semakin membesar dan merembet ke rumah warga lainnya," ujar AKP Muh Suharto.
Sinergi antara personel Polsek Godong, petugas Damkar, dan warga setempat akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjibaku melawan kobaran api selama hampir satu setengah jam, kebakaran tersebut berhasil dipadamkan total pada pukul 23.30 WIB.
Amukan api sukses dilokalisasi sehingga tidak sampai merembet ke pemukiman padat penduduk di sekitarnya.Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini karena korban berhasil dievakuasi tepat waktu.
Kendati demikian, rumah kayu jati milik Marinem mengalami kerusakan yang cukup parah pada bagian belakang, dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi, pihak berwajib menyimpulkan bahwa sumber petaka ini berasal dari aktivitas memasak sebelum malam hari.
Sisa bara api di dalam tungku kayu tradisional diduga belum mati sepenuhnya, lalu kembali menyala dan menyambar tumpukan kayu bakar di area sekitar dapur."Penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa bara api pada tungku kayu yang masih menyimpan panas," jelas AKP Muh Suharto.
Belajar dari musibah ini, pihak kepolisian mengingatkan seluruh warga, khususnya yang masih mengandalkan alat masak tradisional, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra sebelum beristirahat di malam hari.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan api kompor ataupun tungku benar-benar padam setelah digunakan. Kewaspadaan sekecil apa pun sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian besar bahkan mengancam keselamatan jiwa," pungkasnya. (GJ/Red).

.jpg)