Isi Jabatan Kosong, Bupati Grobogan Setyo Hadi Lantik 5 Pejabat Tinggi Pratama Baru


 


 

Isi Jabatan Kosong, Bupati Grobogan Setyo Hadi Lantik 5 Pejabat Tinggi Pratama Baru

Jumat, 03 Juli 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Bupati Grobogan, Setyo Hadi, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan pada Jumat, (3/7/2026). Langkah penyegaran organisasi ini dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Grobogan Nomor: 800.1.3.3/564/2026 yang ditetapkan sehari sebelumnya, setelah mengantongi rekomendasi resmi hasil seleksi terbuka dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Bupati Setyo Hadi menyampaikan pesan kuat kepada para pejabat yang baru saja mengemban amanah baru. Ia menegaskan bahwa perombakan struktur ini bukan sekadar agenda rutin pemerintahan untuk mengisi kekosongan kursi kepemimpinan. 

"Kembali saya tegaskan bahwa kegiatan pelantikan bukan sekadar mengisi jabatan yang kosong. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa OPD kita ini, jabatan yang kosong betul-betul di isi oleh orang-orang yang siap bekerja dan siap memberikan hasil dan manfaat kontribusi besar bagi masyarakat," tegas Setyo 

Menariknya, tiga dari lima pejabat yang dilantik kali ini merupakan figur internal yang mendapatkan promosi di dinasnya masing-masing. Mereka adalah Drs. Abdul Munib Susanto yang naik jabatan menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Wakid Mutowal, S.TP, M.Sc. sebagai Kepala Dinas Pertanian, serta dr. Yusriyani, Sp.An yang kini dipercaya menakhodai RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo. Bupati meminta ketiganya langsung bekerja nyata tanpa perlu membuang waktu untuk beradaptasi. 

Secara khusus, perhatian besar diberikan kepada Wakid Mutowal yang kini memimpin Dinas Pertanian. Mengingat Grobogan merupakan salah satu lumbung pangan strategis, Bupati menitipkan pesan mendalam agar program kerja yang dicanangkan benar-benar menyentuh aspek riil di lapangan. 

"Kepada Kepala Dinas Pertanian, saya titip agar terus hadir di tengah para petani. Pertanian adalah salah satu kekuatan utama Kabupaten Grobogan. Program yang baik, harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani, bukan hanya terlihat bagus di atas kertas," tutur Setyo Hadi. 

Ia juga menyelipkan nasihat personal kepada kepala dinas muda tersebut, "Mas Wahid masih muda, sekarang sudah jadi Kepala Dinas, kendalikan emosi, optimalkan waktu untuk hal-hal yang produktif.".
 
Ketegasan serupa juga diarahkan kepada dr. Yusriyani selaku Direktur RSUD yang baru. Bupati meminta adanya lompatan kualitas pelayanan kesehatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Sementara untuk Drs. Abdul Munib Susanto di DPMPTSP, Bupati menginstruksikan agar sistem perizinan dibuat sekreatif dan seinovatif mungkin demi menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, serta bebas dari birokrasi yang berbelit-belit. 

Selain tiga pejabat internal tersebut, pelantikan ini juga menetapkan posisi baru bagi dua pejabat lainnya. Widodo Joko Nugroho, S.STP, yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Ngaringan, kini resmi menduduki posisi strategis sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah. Bupati meminta ia aktif mengambil peran dalam mengoordinasikan berbagai isu strategis di sektor pembangunan dan ekonomi daerah.
 
Sementara itu, Kukuh Prasetyo Rusady, S.H., M.M., yang sebelumnya merupakan Sekretaris Dinas Pertanian, kini menempati pos baru sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan Sumberdaya Manusia. Setyo Hadi meluruskan stigma mengenai jabatan tersebut dengan menyelipkan sedikit kelakar dalam arahannya. 

"Mas Kukuh sebagai Staf Ahli, bukan jabatan buangan, bukan pula jabatan yang dianggap tidak penting. Banyak belajar dengan staf ahli yang senior, banyak telaahan dan kajian yang bisa diberikan untuk pertimbangan, tetapi yo sing bener.. ojo nganti kajiane malah mbingungke Bupati atau OPD teknis," kelakar Setyo Hadi disambut senyum para tamu undangan. 

Di akhir sambutannya, Setyo Hadi kembali mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik bahwa setiap tindakan mereka kini berada di bawah penilaian langsung oleh masyarakat Kabupaten Grobogan. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas selama memegang kendali jabatan. 

"Jabatan adalah amanah. Jabatan bukan hadiah, bukan pula tujuan akhir. Yang dinilai masyarakat bukan berapa lama kita duduk di kursi jabatan, tetapi apa yang sudah kita berikan dan kerjakan selama mengemban amanah tersebut," pungkasnya. (Ida/AN/Red).