Ditinggal Beli Lauk Sebentar, Rumah Pengrajin Tempe di Purwodadi Ludes Terbakar


 


 

Ditinggal Beli Lauk Sebentar, Rumah Pengrajin Tempe di Purwodadi Ludes Terbakar

Senin, 27 Juli 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Suasana tenang di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mendadak gempar pada Senin (27/7/2026). Peristiwa kebakaran hebat melanda dan menghanguskan dua rumah warga milik Abdul Rokhim (52) dan Sutar (87). 

Akibat insiden tersebut, kerugian materiil diperkirakan menembus angka Rp42 juta.Kronologi kejadian bermula saat seorang saksi mata bernama Suparmi (36), yang rumahnya berdampingan dengan lokasi, merasakan suhu udara di dalam rumahnya mendadak berubah menjadi sangat panas. Curiga dengan kondisi tersebut, ia langsung keluar untuk mengecek situasi.

Saat itulah Suparmi terkejut melihat kobaran api yang sudah membesar dan melalap rumah kedua korban. Tanpa membuang waktu, ia bergegas membangunkan istri Abdul Rokhim yang tengah beristirahat di dalam, lalu berteriak histeris meminta pertolongan.

Mendengar teriakan minta tolong, puluhan warga langsung berdatangan memadati lokasi. Mereka bahu-membahu menjinakkan si jago merah dengan peralatan seadanya. Sebagian warga lainnya bergerak cepat menghubungi Polsek Purwodadi dan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan. 

Berkat aksi sigap dan kerja sama seluruh pihak, amukan api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih luas ke permukiman padat di sekitarnya.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan barang bukti berupa sisa kayu bakar yang diduga menjadi sumber awal kebakaran.

Berdasarkan data di lapangan, rumah milik Abdul Rokhim yang berukuran sekitar 8 x 12 meter mengalami kerusakan parah akibat terbakar. Sejumlah barang berharga miliknya ikut hangus tak tersisa, meliputi satu unit sepeda motor, sepeda angin, kipas angin, dua karung kedelai, serta uang tunai sebesar Rp15 juta.Total kerugian yang diderita Abdul Rokhim diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Nahas, api juga menjalar ke rumah milik Sutar yang posisinya tepat berada di belakang rumah Abdul Rokhim. Bangunan tersebut mengalami kerusakan bersama sejumlah barang di dalamnya, seperti lemari pakaian, kipas angin, dan uang tunai sebesar Rp9 juta. Nilai kerugian Sutar ditaksir menyentuh angka Rp12 juta.

Berdasarkan hasil investigasi dan olah TKP oleh petugas kepolisian, sumber api diduga kuat berasal dari tungku kayu bakar. Tungku tersebut sebelumnya digunakan oleh Abdul Rokhim untuk memasak kedelai sebagai bahan baku produksi tempe.

"Setelah memasak, korban meninggalkan rumah untuk membeli lauk, sehingga api diduga merambat dan membakar rumah miliknya serta rumah orang tuanya yang berada di bagian belakang," ujar Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto.

Pasca-kejadian ini, pihak kepolisian meminta agar masyarakat bisa lebih waspada dan teliti dalam memperhatikan kondisi dapur sebelum bepergian.AKP Siswanto juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api, terutama ketika memasak dengan tungku kayu bakar.

"Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah. Kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," pungkasnya. (AN).