Jateng Fair 2026 Sukses Tembus Rp5 Miliar!


 


 

Jateng Fair 2026 Sukses Tembus Rp5 Miliar!

Senin, 06 Juli 2026

GROBOG JATENG, Semarang– Riuh tepuk tangan dan gemerlap lampu panggung menandai berakhirnya kemeriahan Jateng Fair 2026 di area PRPP Kota Semarang. Gelaran tahunan yang berlangsung selama 10 hari tersebut resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, pada Minggu (5/7/2026) malam.

Event akbar ini sukses menyedot perhatian publik dengan mencatatkan angka kunjungan sekitar 125 ribu orang. Kehadiran lautan manusia ini turut mendorong perputaran roda ekonomi daerah yang sangat signifikan, di mana total transaksi selama pameran berhasil menembus angka Rp5 miliar.

Direktur Utama Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah, Shafigh Pahlevi Lontoh, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Angka ini menandai adanya tren positif dan kenaikan antusiasme masyarakat jika dibandingkan dengan gelaran tahun sebelumnya.

"Capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang mencatat sekitar 100 ribu pengunjung," ujar Shafigh.

Sistem penghitungan angka kunjungan sendiri dilakukan secara cermat lewat beberapa indikator. Mulai dari pemantauan jumlah kendaraan di area parkir, total penjualan tiket masuk, hingga akumulasi data transaksi. Meski begitu, pihak panitia mengakui ada sebagian pengunjung yang belum bisa tercatat secara presisi melalui sistem ini.

“Karena ada juga pengunjung yang datang menggunakan taksi online, sehingga tidak masuk dalam data parkir. Selain itu, ada sejumlah kegiatan yang dapat diakses secara gratis,” jelasnya.

Kesuksesan Jateng Fair 2026 ini mendapat acungan jempol dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini memuji kerja keras seluruh pihak, mulai dari jajaran pemerintah, para pemangku kepentingan (stakeholder), hingga direksi PRPP yang berhasil membangun kembali kepercayaan publik.

Dampak instan terhadap denyut nadi perekonomian daerah juga menjadi sorotan utama sang Wakil Gubernur.“Satu kata untuk Jateng Fair, luar biasa perputaran uangnya,” ucap Taj Yasin.

Melihat potensi besar ini, Gus Yasin menegaskan pentingnya langkah penataan ulang kawasan PRPP secara menyeluruh. Tujuannya adalah menyulap lokasi ini menjadi destinasi wisata unggulan yang selalu dinantikan masyarakat. Ia menargetkan cetak biru penataan ini sudah mulai direalisasikan pada tahun depan agar manfaatnya bisa segera dinikmati luas.

“Kami ingin PRPP kembali menjadi ikon kebanggaan Jawa Tengah,” tutur Gus Yasin, sapaannya.

Bagi Gus Yasin, PRPP bukan sekadar tempat pameran, melainkan tempat wisata idaman masa kecilnya yang menyimpan potensi estetika luar biasa. 

Langkah revitalisasi ini juga dinilai sangat krusial, mengingat Jawa Tengah tengah bersiap mengejar target besar di sektor pelancongan.

“Gong kita pada 2027 adalah pariwisata berkelanjutan. Maka saya berharap revitalisasi ini bisa berlanjut, sehingga menumbuhkan pariwisata-pariwisata yang ada di Jawa Tengah,” tambahnya.

Daya tarik Jateng Fair 2026 memang sulit ditampik, terutama bagi generasi muda. Kehadiran lini hiburan yang segar dan variasi genre musik yang disuguhkan setiap hari menjadi magnet utama penarik massa.Zavin, salah satu pengunjung yang datang bersama rombongan temannya, mengaku sangat terkesan dengan konsep panggung hiburan tahun ini.

“Jateng Fair 2026 gokil, satu hari satu artis yang berbeda. Jadi bisa untuk semua penikmat musik,” ucap Zafin.

Selain menjadi pesta hiburan dan ajang pamer produk unggulan daerah, malam puncak Jateng Fair 2026 juga diwarnai dengan penyerahan apresiasi. Penghargaan diberikan kepada peserta pameran terbaik dari berbagai kategori, mulai dari jajaran pemerintah kabupaten/kota, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN, hingga sektor swasta.

Hebatnya lagi, pameran tahun ini juga bertindak sebagai wadah edukasi dan teknologi lewat kolaborasi apik bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Tengah. Kolaborasi ini sukses menyajikan berbagai terobosan inovasi mutakhir hasil buah karya pemerintah daerah, institusi perguruan tinggi, serta berbagai lembaga riset lainnya. (GJ/Red).