GROBOG JATENG, Kudus – Tim mahasiswa lintas program studi Universitas Muria Kudus (UMK) yang diketuai Asrofi Andrian berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 lewat inovasi MAJIQ Florist. Usaha yang masuk dalam kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan tahap Bertumbuh ini beranggotakan Martin Sofiana, Fera Febriyanti, Mohammad Ihsan, dan Aliya Aszava.
Ketua tim, Asrofi Andrian menyampaikan, berangkat dari tren kebutuhan hadiah personal, MAJIQ Florist hadir sebagai layanan personal gifting yang menawarkan pengalaman emosional bagi penerimanya. Salah satu inovasi unggulan bisnis ini adalah Digital Emotional Experience, yaitu kartu ucapan digital berbasis QR Code yang dapat memuat foto, video, maupun rekaman suara pelanggan
“Dengan demikian, setiap hadiah tidak sekadar menjadi simbol apresiasi, tetapi juga media untuk mengabadikan kenangan dan mempererat hubungan emosional,” jelas mahasiswa prodi Manajemen semester 6 tersebut.
MAJIQ Florist juga mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kain dan limbah batik sebagai dekorasi produk, seperti frame pop-up 3D. Pendekatan ini berhasil mendongkrak nilai ekonomi produk sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
Usaha yang dirintis sejak 2024 ini terus berkembang menyediakan buket bunga, flower box, hingga standing flower custom. Melalui pemasaran digital, produk mereka kini telah melayani berbagai momen spesial seperti wisuda, ulang tahun, dan pernikahan.
Menurut Asrofi, pendanaan P2MW menjadi motivasi besar sekaligus kesempatan bagi timnya untuk belajar membangun bisnis secara profesional dan meningkatkan kapasitas sebagai wirausahawan muda.
"Kami memperoleh pengalaman dalam menyusun strategi bisnis, memahami perilaku pasar, hingga merancang pengembangan usaha yang berkelanjutan. Harapannya, MAJIQ Florist dapat terus tumbuh menjadi brand gifting yang memberikan pengalaman emosional yang berkesan bagi masyarakat sekaligus mampu bersaing di tingkat nasional," tegasnya.
Di sisi lain, dosen pendamping, Savitri Wanabuliandari, menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kapasitas mahasiswa UMK dalam menerjemahkan ide kreatif menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya.
"Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UMK memiliki daya saing yang tinggi. Mereka mampu membaca kebutuhan pasar, memanfaatkan teknologi digital, sekaligus mengangkat potensi budaya lokal menjadi produk yang inovatif dan bernilai tambah. Inilah karakter wirausahawan muda yang ingin kami bangun di UMK, yaitu adaptif, kreatif, kolaboratif, dan mampu menciptakan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.
Lewat pendanaan P2MW 2026, tim berkomitmen memperkuat produksi, fitur digital, dan pemasaran nasional, sekaligus membuktikan komitmen UMK dalam mencetak lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja. (Ida/Red).

.jpg)