Diduga Kompor Lupa Dimatikan, Api Lahap Tiga Rumah Warga di Tawangharjo Grobogan


 


 

Diduga Kompor Lupa Dimatikan, Api Lahap Tiga Rumah Warga di Tawangharjo Grobogan

Sabtu, 15 Agustus 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Suasana Sabtu (15/8/2026) malam di Dusun Pojok, Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan berubah menjadi mencekam. Kobaran api besar melahap tiga rumah warga setempat yang posisinya saling berdempetan. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp230 juta.

Peristiwa nahas ini menimpa rumah milik Sanuri (43), Jami (55), dan Endang Larasati (55). Kebakaran hebat ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian pemilik rumah yang lupa mematikan kompor gas.

Petaka bermula sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, Sanuri sedang menghangatkan pentol dagangannya di warung yang terletak di depan rumah. Tak lama berselang, ia pergi meninggalkan rumah untuk menonton pertandingan bola voli. Diduga kuat, kompor gas dalam warung tersebut masih menyala saat ditinggalkan.

Beberapa saat kemudian, seorang warga yang kebetulan melintas melihat kobaran api sudah membesar dan membakar bagian depan rumah Sanuri. Sontak, saksi mata langsung berteriak meminta pertolongan.

Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar langsung berhamburan ke lokasi. Mereka mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena bangunan bermaterial kayu, api dengan cepat membesar dan menjalar ke dua rumah di sebelahnya milik Jami dan Endang Larasati.

Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Tawangharjo dan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan yang langsung bergerak cepat ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono menjelaskan bahwa ketiga bangunan berbentuk limasan tersebut berbahan dasar kayu jati, sehingga membuat api merembet dengan sangat cepat.

"Kebakaran diduga berasal dari kompor gas yang digunakan Sanuri untuk menghangatkan pentol dagangannya dan diduga lupa dimatikan sebelum meninggalkan rumah," ujarnya.

Akibat musibah ini, Sanuri mengalami kerugian terbesar yang ditaksir mencapai Rp100 juta. Sementara Jami mengalami kerugian sekitar Rp80 juta, dan Endang Larasati merugi sekitar Rp50 juta.

Menanggapi insiden ini, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk lebih waspada dan teliti sebelum keluar rumah.

"Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap penggunaan kompor dan sumber api. Pastikan semuanya sudah dimatikan sebelum meninggalkan rumah, karena kelalaian kecil dapat menimbulkan kerugian besar," pungkasnya. (AN).