Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Geyer Grobogan Ludes Terbakar


 


 

Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Geyer Grobogan Ludes Terbakar

Sabtu, 15 Agustus 2026

GROBOG JATENG, Grobogan - Sebuah rumah berbahan kayu di Dusun Lebak, Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan ludes terbakar pada Jumat (14/8/2026) malam. Insiden yang menimpa kediaman Sutedjo (66) tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik, dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Peristiwa mencekam ini bermula ketika Sutedjo sedang melepas penat di balai bambu teras rumahnya. Suasana malam yang tenang mendadak berubah saat terdengar suara letupan keras dari area belakang rumah. Seketika itu juga, seluruh aliran listrik di rumah tersebut padam total.

Curiga dengan suara tersebut, Sutedjo bergegas memeriksa bagian belakang rumahnya. Ia terkejut melihat kobaran api sudah membesar dan menjilat dinding rumah bagian timur. Material dinding yang terbuat dari papan kayu mahoni membuat si jago merah dengan sangat cepat merambat dan membesar.

Dalam kondisi panik, korban berlari keluar rumah sambil berteriak histeris meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung berhamburan ke lokasi. 

Menggunakan ember dan peralatan seadanya, warga bahu-membahu menjinakkan api. Sayang, material rumah yang mudah terbakar membuat upaya manual tersebut tidak membuahkan hasil. Warga pun segera menghubungi Polsek Geyer dan tim 

Damkar Kabupaten Grobogan.Petugas gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan lokalisir area agar api tidak menjalar ke pemukiman lain.

"Begitu menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi dan membantu proses pemadaman bersama petugas pemadam kebakaran. Api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa," ujar Kapolsek Geyer AKP Daryanto.

AKP Daryanto menjelaskan, bagian belakang rumah yang terbakar merupakan bangunan limasan dengan konstruksi kayu campuran akasia dan mahoni. Bagian usuk dan reng menggunakan bambu, sedangkan dindingnya terbuat dari campuran papan kayu dan bambu.

Meski tidak ada korban luka maupun jiwa, pemilik rumah harus merelakan harta bendanya hangus menjadi abu. Sejumlah barang milik korban turut terbakar dalam kejadian tersebut, di antaranya dokumen berupa Kartu Keluarga, KTP serta berbagai perabotan rumah tangga. Total kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp50 juta.Terkait penyebab utama insiden ini, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal.

"Kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik yang kemudian membakar dinding rumah bagian belakang yang terbuat dari papan kayu mahoni," jelasnya.

Pasca-kejadian ini, pihak berwajib meminta warga untuk lebih peduli terhadap keamanan kelistrikan di dalam rumah guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kapolsek Geyer juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan memastikan kondisi instalasi listrik di rumah dalam keadaan baik.

"Kami mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik dan segera mengganti kabel yang sudah rusak atau tidak layak. Jika terjadi tanda-tanda seperti percikan atau suara letupan dari jaringan listrik, segera matikan aliran listrik dan lakukan penanganan untuk mencegah kebakaran," pungkasnya. (AN).