GROBOG JATENG, Grobogan– Suasana sunyi di Dusun Gambreng RT 11 RW 03, Desa Tegowanu Wetan, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mendadak berubah mencekam pada Minggu (30/8/2026) dini hari. Kebakaran hebat melanda dua bangunan kandang ayam dan menghanguskan sekitar 35.000 ekor ayam yang baru berusia enam hari.
Tak hanya kerugian materiil yang besar, peristiwa tragis ini juga menyebabkan tiga orang pekerja mengalami luka bakar.
Peristiwa bermula saat Haryanto (40) mendatangi lokasi kandang. Ketika berada di sekitar gudang, ia dikagetkan oleh suara letupan. Saat melangkah keluar untuk memeriksa keadaan, ia mendapati api sudah berkobar besar di kandang bagian selatan.
Dalam kondisi panik, Haryanto langsung membangunkan para penjaga kandang lainnya. Mereka bergegas mencoba menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi. Namun, api merambat dengan sangat cepat lantaran dinding kandang terbuat dari terpal, ditambah alas kandang berupa bambu berlapis sekam yang sangat mudah terbakar. Si jago merah bahkan melompati jarak 12 meter dan melahap kandang di sebelahnya.
Kedua bangunan dua lantai berukuran 10 x 60 meter tersebut diketahui milik dua orang yang berbeda. Kandang pertama milik Karyo Witoto (55), warga Kota Semarang, yang berisi sekitar 19.000 ekor ayam. Sementara kandang kedua adalah milik H. Achmad Sumardi (46), warga Desa Tegowanu Wetan, yang berisi sekitar 16.000 ekor ayam.
Kebakaran ini juga memakan korban luka. Tiga orang pekerja dilaporkan mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan diri dan aset kandang:Haryanto (40) mengalami luka bakar sekitar 20 persen di bagian punggung.
Supartoyo (37) mengalami luka bakar sekitar 15 persen di tangan dan kaki.Satu korban lain mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan mencapai 25 persen.
Dua korban kini harus menjalani perawatan intensif di RS PKU Muhammadiyah Gubug, sedangkan satu korban lainnya diperbolehkan rawat jalan. Selain bangunan dan ternak, satu unit sepeda motor Suzuki Satria milik pekerja kandang juga hangus menjadi arang.
Mendapat laporan warga, Polsek Tegowanu bersama Tim Inafis Polres Grobogan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dua unit mobil pemadam kebakaran Grobogan dibantu warga sekitar bahu-membahu menjinakkan api hingga akhirnya berhasil dipadamkan.Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan titik terang mengenai asal-usul api.
“Dari hasil olah TKP, kami menemukan peralatan reflektor pemanas gas untuk unggas di dalam kandang. Saat kejadian, perangkat pemanas tersebut dalam kondisi menyala di kedua kandang,” kata Plt Kapolsek Tegowanu AKP Abdul Kadir.
Di lokasi, petugas menemukan sisa-sisa perangkat pemanas gas dari baja serta tabung gas yang sudah hangus. Alat ini memang biasa dinyalakan sejak sore hingga pagi hari demi menjaga suhu tubuh bibit ayam.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, sumber api diduga berasal dari perangkat pemanas yang digunakan di dalam kandang. Pengelola kandang juga kami imbau agar memperhatikan keamanan penggunaan alat pemanas dan tabung gas, terutama karena di dalam kandang terdapat material seperti terpal, bambu dan sekam yang mudah terbakar,” jelasnya.
Akibat musibah ini, total kerugian materiil yang diderita oleh pemilik kandang diperkirakan menembus Rp1,5 miliar, meliputi fisik bangunan, puluhan ribu ekor ayam, serta sepeda motor milik pekerja.Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pihak kepolisian memberikan peringatan keras kepada para pemilik usaha sejenis.
“Kami mengimbau seluruh pengelola kandang ayam agar rutin memeriksa kondisi alat pemanas, tabung gas dan instalasi pendukung lainnya. Pastikan perangkat ditempatkan secara aman dan jauh dari material yang mudah terbakar untuk mencegah terjadinya kebakaran,” pungkasnya. (AN).

.jpg)