Lupa Matikan Bara Tungku Kayu, Dapur Rumah Warga Toroh Hangus Terbakar


 


 

Lupa Matikan Bara Tungku Kayu, Dapur Rumah Warga Toroh Hangus Terbakar

Senin, 24 Agustus 2026


GROBOG JATENG, Grobogan- Kebakaran melanda sebuah dapur rumah milik Sunarti (32), seorang warga Dusun Kahuman, Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan pada Senin (24/8/2026). Insiden yang diduga terjadi akibat kelalaian ini bersumber dari tungku memasak yang lupa dimatikan. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, korban harus menanggung kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Peristiwa ini bermula ketika korban sedang beraktivitas di dapur untuk memasak pisang. Ia menggunakan panci aluminium yang diletakkan di atas tungku tanah liat dengan bahan bakar kayu bakar. 

Setelah proses merebus selesai selama kurang lebih 20 menit, korban mengangkat panci tersebut dan meletakkannya di pinggir tungku. 

Selesai memasak, korban langsung meninggalkan area dapur untuk makan dan melanjutkan dengan melaksanakan salat zuhur di dalam kamarnya.

Petaka muncul usai korban menyelesaikan ibadahnya. Dari dalam kamar, korban mendengar suara gemeretak aneh seperti benda yang sedang terbakar hebat dari arah belakang rumah. 

Saat melangkah ke dapur untuk memeriksa, ia terkejut melihat kobaran api sudah membesar dan membakar bagian bangunan dapur.

Dalam kondisi panik, korban berteriak histeris meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan ke lokasi. 

Secara swadaya, masyarakat bahu-membimbing berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya, seperti air yang diambil menggunakan ember. 

Kejadian ini pun segera dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Toroh.Tak berselang lama, petugas kepolisian bersama warga langsung melakukan penanganan cepat di lokasi. 

Proses penjinakan api juga dibantu oleh petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan hingga akhirnya amukan si jago merah berhasil dikuasai sepenuhnya.

“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, api diduga berasal dari tungku yang digunakan korban untuk memasak,” ujar Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto.

Bangunan dapur yang hangus tersebut merupakan struktur yang terpisah dari rumah utama milik korban. Dapur berbentuk limasan itu memiliki ukuran konstruksi kayu campuran dengan tiang sekitar 10 sentimeter dan tinggi tiga meter. 
Bagian atapnya menggunakan genteng tanah liat, sedangkan dindingnya terbuat dari kepang atau anyaman bambu yang mudah terbakar. 

Akibat insiden ini, seluruh bangunan beserta sejumlah peralatan dapur dan tumpukan kayu bakar di dalamnya ludes dilalap api.

Menanggapi peristiwa ini, pihak kepolisian meminta agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi warga lainnya. Kapolsek Toroh juga mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan tungku atau sumber api dalam kondisi menyala, terutama ketika menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar.

“Pastikan api benar-benar sudah padam sebelum meninggalkan dapur. Jangan meninggalkan tungku yang masih menyala karena bara api dapat dengan mudah menyambar kayu atau material lain di sekitarnya,” pungkasnya. (AN).