Wilayah Grobogan Kembali Terjadi Kebakaran, Kali Ini Menimpa Rumah Warga Gubug Hangus


 


 

Wilayah Grobogan Kembali Terjadi Kebakaran, Kali Ini Menimpa Rumah Warga Gubug Hangus

Senin, 24 Agustus 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Suasana tenang di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan mendadak berubah menjadi kepanikan pada Senin (24/8/2026). 

Amukan si jago merah melalap dua rumah warga yang sedang ditinggal pergi oleh pemiliknya. Meski menghanguskan bangunan beserta isinya, peristiwa ini dipastikan tidak memakan korban jiwa.

Kebakaran hebat ini menimpa kediaman Suparnyo (63) dan Suratman (72). Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden pertama kali disadari oleh seorang warga setempat bernama Susanti (34) saat dirinya sedang berbelanja. 

Pandangannya tiba-tiba tertuju pada kepulan asap tebal yang membubung dari arah rumah Suparnyo.

Merasa ada yang tidak beres, Susanti mendekati sumber asap tersebut. Ia mendapati bahwa asap pekat sudah memenuhi bagian tengah rumah. Sontak, ia langsung berteriak meminta pertolongan hingga terdengar oleh warga sekitar.

Mendengar teriakan histeris tersebut, warga langsung berdatangan memadati lokasi. Mereka bergotong-royong mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. 

Sayangnya, kondisi angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

Api yang mengganas kemudian menjalar ke rumah milik Suratman yang terletak di sebelah selatan rumah Suparnyo. Saat petaka itu terjadi, kedua rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang bekerja.

Warga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gubug dan petugas pemadam kebakaran. Personel kepolisian yang tiba di lokasi kejadian, kemudian bersama warga membantu melakukan pemadaman hingga petugas Damkar tiba di lokasi.

Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan guna mencari tahu penyebab pasti bencana ini. “Dari pemeriksaan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik,” ujar Kapolsek Gubug AKP Anang Heriyanto.

Akibat insiden ini, rumah Suparnyo yang berukuran 6 meter x 10 meter dengan konstruksi kayu campuran dan lantai trompo hangus tak bersisa. Bangunan beserta isinya mengalami kerusakan dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Sementara itu, rumah milik Suratman yang berukuran 8 meter x 6 meter dengan konstruksi serupa juga mengalami kerusakan parah. Kerusakan bangunan beserta isinya menyebabkan kerugian sekitar Rp75 juta. Total kerugian materiil dari kedua rumah utama ditaksir mencapai Rp125 juta.

Bukan hanya dua rumah tersebut, dampak kebakaran juga sempat menjalar tipis ke tiga rumah warga yang berada di sekitar lokasi, yakni Mapoah, Narni, dan Murpinah. Masing-masing mengalami kerugian sekitar Rp1 juta akibat terdampak kejadian tersebut.

Menyikapi musibah ini, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk lebih waspada dan rajin memeriksa jaringan listrik di tempat tinggal mereka masing-masing.

"Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan dan melakukan pengecekan kondisi instalasi listrik di rumah secara rutin, terutama kabel dan sambungan listrik yang sudah lama digunakan. Hal ini demi keamanan dan keselamatan warga, agar tidak terjadi korsleting listrik yang memicu terjadinya kebakaran," pungkasnya. (AN).