GROBOG JATENG, Grobogan - Dua ekor kambing mati terpanggang dan dua ekor sapi mengalami luka bakar akibat kebakaran kandang ternak yang melanda Dusun Dolah, Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan pada Sabtu (5/9/2026) pagi.
Peristiwa nahas yang menimpa peternakan milik Ahmad Zunaidi (57) ini diduga kuat dipicu oleh sisa pembakaran bediang (perapian pengusir nyamuk untuk ternak) yang merembet ke material mudah terbakar.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB oleh seorang warga yang sedang berjalan pagi di sekitar tanggul saluran irigasi. Saksi mata dikejutkan oleh kobaran api yang membumbung tinggi dari arah kandang korban. Melihat situasi tersebut, ia langsung berlari mendekati lokasi sembari berteriak meminta pertolongan.
Mendengar teriakan histeris, warga sekitar berbondong-bondong datang ke lokasi. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu menjinakkan si jago merah yang sudah terlanjur menjalar ke struktur kandang berukuran 4 x 3 meter tersebut.
Bahan bangunan kandang yang terbuat dari kayu campuran bambu serta tumpukan jerami kering di sekitarnya membuat api berkobar dengan cepat.
Aksi sigap warga sekitar 20 menit akhirnya berhasil memadamkan api utama. Tak lama berselang, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan tiba di lokasi untuk melakukan proses pendinginan demi memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi yang berpotensi menyala kembali.
Setelah api padam, kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak Polsek Penawangan yang segera mengirimkan personel untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Nahas, amukan api tidak sempat menyelamatkan seluruh hewan ternak di dalamnya. Petugas menemukan dua ekor kambing jantan mati dalam kondisi terpanggang.
Sementara itu, dua ekor sapi berhasil diselamatkan meski harus menderita luka bakar pada bagian kaki dan paha. Total kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp10 juta, namun beruntung tidak ada korban jiwa dari kalangan manusia dalam insiden ini.
Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan fisik di lokasi kejadian, sumber petaka diduga berasal dari aktivitas pembakaran bediang di sekitar kandang.
"Api diduga berasal dari bekas pembakaran bediang yang berada di dekat kandang dan kemudian merambat melalui material yang mudah terbakar," ujar AKP Sutarjo.
Berkaca dari musibah ini, pihak kepolisian meminta agar para peternak di wilayah Grobogan lebih waspada dan tidak ceroboh saat membuat perapian di sekitar area sensitif.
"Kami mengingatkan warga agar tidak meninggalkan sumber api di dekat kandang atau tumpukan jerami. Material seperti kayu, bambu dan jerami sangat mudah terbakar sehingga diperlukan kewaspadaan untuk mencegah kejadian serupa," pungkasnya. (AN).

.jpg)