GROBOG JATENG, Grobogan- Musibah kebakaran menimpa warung makan di Dusun Mojopuro, Desa Penawangan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan pada Sabtu (5/9/2026) malam. Insiden yang diduga dipicu akibat kompor gas yang lupa dimatikan ini menghanguskan area dapur dan memicu kerugian materiil hingga belasan juta rupiah.
Peristiwa ini pertama kali disadari oleh seorang warga yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Begitu melihat kobaran api mulai melahap bagian warung milik Dwi Jatmiko (46) tersebut, ia langsung berteriak histeris meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu pun langsung berhamburan keluar.
Secara bergotong-royong, mereka berusaha menjinakkan si jago merah menggunakan air dan peralatan seadanya yang ditemukan di sekitar lokasi.
Tak berselang lama, petugas dari Polsek Penawangan tiba di lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Guna mempercepat penanganan dan mencegah api merembet ke bangunan lain, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan.
Berkat aksi sigap petugas gabungan dan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Petugas juga melakukan penyisiran menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa.
Pasca-kebakaran, area dapur tampak berantakan dengan sejumlah perabot memasak yang gosong terbakar. Bahan-bahan bumbu dan masakan yang sedianya siap disajikan pun ikut terdampak dan tercecer di lantai.
Beruntung, struktur utama bangunan warung yang didominasi dinding dan atap baja ringan masih berdiri utuh, sehingga dampak kerusakan paling parah hanya terlokalisasi di area memasak. Meski tidak ada korban jiwa, total kerugian materiil yang diderita pemilik warung diperkirakan mencapai Rp15 juta.
Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo mengatakan, bahwa sumber api diduga berasal dari kompor gas yang masih menyala setelah ditinggalkan."Dari kondisi yang kami temukan, sumber api diduga berasal dari kompor gas yang lupa dimatikan setelah digunakan. Api kemudian menjalar ke bagian dapur dan membakar sejumlah peralatan yang berada di sekitarnya," kata AKP Sutarjo.
Ia menambahkan bahwa penggunaan peralatan memasak memang membutuhkan perhatian yang ekstra khusus, terutama saat pemilik hendak beranjak pergi. Membiasakan diri untuk memeriksa ulang seluruh area sebelum meninggalkan rumah atau tempat usaha menjadi kunci utama pencegahan kebakaran.
"Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan kompor, instalasi listrik dan peralatan lainnya dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. Jangan sampai kelalaian sesaat menimbulkan kerugian yang lebih besar," pungkasnya. (AN).

.jpg)