Warga Berhamburan Malam Hari, Asap Pembakaran Sampah Picu Kebakaran di Rejosari Grobogan


 


 

Warga Berhamburan Malam Hari, Asap Pembakaran Sampah Picu Kebakaran di Rejosari Grobogan

Jumat, 04 September 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Sebuah bekas kandang ternak ayam milik Saifudin Bahri (42), warga Dusun Plosonambangan, Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, hangus terbakar pada Kamis (3/9/2026) malam. Insiden tersebut diduga kuat dipicu oleh sisa api dari pembakaran sampah rumah tangga yang menjalar ke area sekitarnya.

Peristiwa ini mulai diketahui warga sekitar pukul 20.00 WIB. Bangunan yang terbakar merupakan bekas kandang ayam berstruktur kayu sederhana berukuran 2x2 meter dengan atap genteng tanah liat.

Berdasarkan kronologi kejadian, istri korban sempat membakar sampah rumah tangga di belakang rumah pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Jarak lokasi pembakaran sampah tersebut hanya sekitar dua meter dari bekas kandang ayam. Meski sempat disiram air dan diyakini telah padam, bara api diduga belum sepenuhnya mati saat ditinggalkan pemilik rumah untuk beraktivitas di musala pada malam harinya.

Kobaran api baru disadari oleh seorang tetangga yang melihat kobaran cukup besar dari arah belakang rumah korban. Saksi langsung berlari memberi tahu istri korban serta mengimbau warga sekitar untuk bergotong royong memadamkan api. Beruntung, berkat penanganan cepat warga menggunakan peralatan seadanya, api berhasil dijinakkan sebelum merambat ke bangunan utama.

Petugas dari Polsek Grobogan bersama tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memastikan situasi aman.

Kapolsek Grobogan AKP Abdul Kadir mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan awal dengan mendatangi lokasi, melakukan pemeriksaan dan mengamankan sisa kayu yang terbakar.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban mengalami kerugian materi sekitar Rp500 ribu akibat terbakarnya bekas kandang ternak ayam miliknya," ungkap Kapolsek Grobogan.

Atas kejadian ini, kepolisian mengingatkan warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat mengelola sampah rumah tangga, terutama yang melibatkan pemanfaatan api.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api pembakaran sampah sebelum benar-benar dipastikan padam. Bara api yang masih tersisa dapat kembali menyala dan berpotensi menimbulkan kebakaran,” pungkasnya. (*).