Ditinggal Merantau ke Jakarta, Rumah Kayu di Karangrayung Ludes Terbakar Bersama 3 Motor, Kerugian Rp150 Juta


 


 

Ditinggal Merantau ke Jakarta, Rumah Kayu di Karangrayung Ludes Terbakar Bersama 3 Motor, Kerugian Rp150 Juta

Rabu, 07 Oktober 2026

GROBOG JATENG, Grobogan– Sebuah rumah kayu berukuran 13x16 meter milik Ari Winarti (41) di Desa Cekel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, ludes terbakar pada Selasa, 6 Oktober 2026. Insiden yang diduga dipicu oleh korsleting listrik ini menghanguskan seluruh bangunan, tiga unit sepeda motor, serta memicu kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp150 juta.


Peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui oleh Kuntiono (52), seorang warga yang tengah mencari pakan ternak di belakang rumah korban. Saat sedang beristirahat, perhatiannya tersita oleh kepulan asap tebal yang membubung dari arah rumah Ari. Ketika didekati, sumber asap ternyata berasal dari meteran listrik yang sudah dikepung api.


Kuntiono langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar karena kobaran api dengan cepat membesar. Material rumah yang didominasi kayu dan beratap genteng membuat si jago merah merambat cepat. Api bahkan sempat menyambar bagian atap samping rumah milik Suroto (68) yang berada di dekatnya.

Beruntung, aksi cepat warga bergotong-royong memadamkan api berhasil menyelamatkan rumah Suroto dari kerusakan total.


Petugas dari Polsek Karangrayung bersama tim Pemadam Kebakaran (Damkar) langsung meluncur ke lokasi setelah menerima laporan warga. 

Namun, cepatnya perambatan api membuat harta benda di dalam rumah utama tidak terselamatkan. Tiga unit sepeda motor—yakni Honda Beat Street, Yamaha Mio, dan Honda Supra X—hangus menjadi kerangka. Selain itu, tiga unit mesin jahit dan sejumlah dokumen penting milik korban turut abu.


Kapolsek Karangrayung AKP Sunarto menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di tempat kejadian perkara (TKP), api diduga kuat berasal dari hubungan pendek arus listrik pada instalasi rumah korban.


"Rumah tersebut diketahui sedang ditinggalkan korban yang merantau di Jakarta. Kondisi rumah yang tidak ditempati ketika kebakaran terjadi membuat peristiwa baru diketahui setelah kepulan asap terlihat dari sekitar lokasi," ujar AKP Sunarto dalam keterangannya.


AKP Sunarto menambahkan, karakteristik bangunan yang menggunakan material kayu menjadi faktor utama mengapa api begitu cepat menjalar dan menghanguskan seluruh isi bangunan dalam waktu singkat.

Atas insiden ini, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk lebih waspada dan secara berkala memeriksa kelayakan instalasi listrik di hunian masing-masing.


“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama kabel, sambungan dan peralatan yang sudah usang atau mengalami kerusakan. Jangan menggunakan instalasi yang kondisinya tidak layak karena dapat meningkatkan risiko kebakaran,” pungkasnya. (Red/AN).