GROBOG JATENG, Grobogan - Niat hati ingin mengisi waktu luang dengan bermain air, M.Z.I.M. (17), seorang remaja asal Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, justru harus pulang dalam kondisi tak bernyawa. Ia ditemukan tewas tenggelam di objek wisata air Sendang Theleng, kawasan hutan Petak 15a RPH Termas, BKPH Karangrayung, KPH Telawa, Dusun Termas, Desa Termas, pada Minggu sore (25/10/2026).
Insiden tragis ini bermula ketika korban beranjak dari kediamannya bersama seorang rekan sebaya, SM (19), menuju lokasi pemandian alam tersebut. Setibanya di sana, suasana tampak cukup ramai oleh warga dan pengunjung yang asyik berenang.
Diusianya yang remaja, korban yang tergiur kesegaran air kemudian mengajak rekannya untuk ikut menceburkan diri. Namun, ajakan itu ditolak mentah-mentah oleh SM karena dengan kedalaman kolam alami tersebut. SM lantas memilih beranjak agak jauh dari area sendang untuk buang air besar.
Nahas, kepulangan SM dari toilet justru menyuguhkan pemandangan yang mencekam. Ia mendapati kepanikan di antara pengunjung lain yang mengabarkan bahwa sahabatnya telah hilang tersedot kedalaman air. Sejumlah warga sempat berupaya melakukan penyelamatan darurat dengan menyelami titik terakhir korban terlihat, namun tubuh korban gagal ditemukan.
SM yang dilanda panik seketika berlari mencari pertolongan kepada warga setempat untuk segera diteruskan kepada pihak keluarga. Laporan itu dengan cepat diteruskan ke Mapolsek Karangrayung.
Kapolsek Karangrayung, AKP Sunarto, mengungkapkan bahwa jajarannya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan darurat tersebut. Petugas kepolisian segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan tim gabungan untuk menyisir area sendang hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
“Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan pada malam hari. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Karangrayung I untuk menjalani pemeriksaan oleh tenaga medis," ujar AKP Sunarto.
Hasil pemeriksaan tim medis memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan ia murni meninggal dunia akibat tenggelam. Keluarga korban telah menerima insiden ini sebagai musibah, menolak autopsi melalui surat pernyataan resmi, dan langsung memakamkan jenazah.
Menanggapi peristiwa ini, AKP Sunarto menyampaikan duka cita mendalam dan mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada saat beraktivitas di perairan terbuka yang kedalamannya belum diketahui.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika beraktivitas di tempat wisata alam atau perairan. Jangan memaksakan diri berenang apabila tidak memiliki kemampuan yang memadai, serta hindari lokasi dengan kedalaman yang tidak diketahui,” tegas AKP Sunarto. (Ida/AN/Red).

.jpg)