GROBOG JATENG, Jakarta– Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara, menyusul lonjakan signifikan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan pemantauan SiPongi Kemenhut per Rabu (14/10/2026) pukul 21.00 WIB, terdeteksi 372 hotspot berkategori high confidence secara nasional. Angka tersebut melonjak 52,5 persen atau bertambah 128 titik dibandingkan hari sebelumnya yang mencatatkan 244 titik.
Peningkatan drastis terjadi di enam provinsi prioritas dengan total 294 hotspot. Kalimantan Tengah mencatatkan kenaikan tertinggi menjadi 130 titik, disusul Sumatera Selatan (91 titik), dan Kalimantan Barat (59 titik).
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan penanganan di wilayah rawan, khususnya kawasan gambut dan konservasi, tidak boleh berhenti hanya pada pemadaman api permukaan.
"Pemadaman harus dilanjutkan dengan pembasahan, pendinginan, penyisiran, dan mopping up pada area gambut, karena bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala saat angin kencang," ujar Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dilansir dari kehutanan.go.id.
Menhut menambahkan, penanganan di kawasan TN Tanjung Puting juga memprioritaskan perlindungan zona inti serta habitat orangutan. Penambahan 160 personel darat, pembuatan sumur bor, hingga opsi pemadaman udara (water bombing) telah disiapkan untuk mengamankan kawasan konservasi tersebut.
Guna mengantisipasi dampak pada satwa liar, Kemenhut mengimbau masyarakat tidak melakukan evakuasi mandiri jika menemukan satwa terdampak atau keluar habitat, melainkan segera melapor ke petugas Balai TNTP atau BKSDA setempat.
Secara umum, Kemenhut bersama Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus melakukan penyisiran lapangan. Meski kualitas udara nasional mayoritas berada pada level baik hingga sedang, sebagian wilayah di Kalimantan dan Sumatera sempat mencatatkan indeks kualitas udara tidak sehat. Masyarakat pun diimbau menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. (Hms/Ida).

.jpg)