GROBOG JATENG, Grobogan- Kebakaran hebat melanda pemukiman padat di Dusun Jamur, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan pada Kamis (15/10/2026). Amukan si jago merah yang hangus melalap tiga rumah warga ini mengakibatkan kerusakan bangunan, kendaraan, hilangnya uang tunai, hingga kematian hewan ternak. Total kerugian materiil akibat musibah ini ditaksir mencapai Rp161 juta.
Peristiwa mencekam ini bermula ketika seorang warga yang sedang berada di dalam rumahnya mendadak melihat kepulan asap hitam pekat membubung tinggi dari arah dapur salah satu korban. Menyadari bahaya yang mengancam, ia langsung berteriak histeris meminta pertolongan.
Teriakan tersebut sontak mengundang kedatangan warga sekitar yang langsung berhamburan ke lokasi untuk bahu-membahu memadamkan api.
Dengan peralatan seadanya, warga berupaya keras menjinakkan kobaran api.
Sayangnya, upaya tersebut terhambat oleh material bangunan rumah yang sebagian besar berbahan kayu kering, ditambah dengan hembusan angin kencang yang membuat api cepat membesar dan tak terkendali. Akibatnya, kobaran api dengan cepat merembet dan membakar rumah milik tiga warga di lokasi tersebut hingga hangus.
Mendapat laporan dari warga, jajaran Polsek Gabus langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara bersama petugas terkait, sembari berkoordinasi dengan tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan. Petugas yang tiba di lokasi segera menyatukan kekuatan dengan warga untuk melakukan isolasi dan pemadaman titik api, hingga akhirnya situasi berhasil dikendalikan.
Terkait pemicu utama petaka ini, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian.
"Penyebab kebakaran diduga berasal dari kompor yang masih menyala dan ditinggalkan pemiliknya," ujar Kapolsek Gabus AKP Witoyo.
Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi para korban, terutama Suparlan (47). Sebagai korban pertama, ia mengalami kerugian terbesar setelah kehilangan dua bagian bangunan rumahnya, uang tunai sebesar Rp21 juta, satu unit sepeda motor Honda C-70, serta tiga ekor kambing. Total kerugian Suparlan diperkirakan menyentuh angka Rp50 juta.
Nasib malang juga menimpa korban kedua, Supari (74), yang harus merelakan rumahnya rusak dan kehilangan tiga ekor kambing dengan taksiran kerugian sekitar Rp15 juta. Sementara itu, korban ketiga, Suradji (60), juga terpukul akibat kerusakan parah pada dua bagian bangunan rumahnya dengan nilai kerugian yang diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Berkaca dari insiden memilukan ini, AKP Witoyo kembali mengingatkan masyarakat luas agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan kompor maupun peralatan rumah tangga lain yang berpotensi memicu kebakaran. Setiap penghuni rumah wajib memastikan kompor benar-benar dalam keadaan mati ketika selesai digunakan atau sebelum melangkah keluar rumah.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala dan selalu memeriksa instalasi maupun peralatan yang berpotensi menimbulkan api. Apabila terjadi kebakaran, segera hubungi petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya. (Red).

.jpg)