Membentuk Karakter Muda, SAKO Ma’arif NU Grobogan Gelar PERSIMANU I


 


 

Membentuk Karakter Muda, SAKO Ma’arif NU Grobogan Gelar PERSIMANU I

Sabtu, 17 Oktober 2026

GROBOG JATENG, Grobogan– Puluhan tenda kreatif memadati Lapangan Desa Karangsari, Kecamatan Brati. Mulai Sabtu, 17 Oktober 2026, lokasi ini menjadi pusat berkumpulnya energi muda dalam perhelatan Perkemahan Prestasi Ma’arif NU (PERSIMANU) I Kabupaten Grobogan yang berlangsung hingga Senin mendatang.

Sebanyak 576 pramuka penggalang dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs ambil bagian. Mereka merupakan utusan terbaik di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU se-Kabupaten Grobogan.


Bupati Grobogan Setyo Hadi, yang membuka langsung kegiatan tersebut, menekankan pentingnya reorientasi gerakan kepramukaan di era digital. Menurutnya, tantangan moral generasi muda saat ini jauh lebih kompleks.


"PERSIMANU ini ruang strategis menempa mentalitas tangguh, disiplin, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan ke-NU-an sejak dini," ujar Setyo Hadi saat upacara pembukaan.


Gelaran perdana ini mendapat atensi luas dari lintas sektor. Upacara pembukaan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Grobogan, unsur Muspika Brati, perwakilan Kantor Kementerian Agama, hingga struktural NU Jawa Tengah.


Tampak hadir di antaranya Kapolres Grobogan, Dandim 0717 Grobogan, Ketua DPRD Grobogan, serta Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyyah PCNU Grobogan. Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan penuh terhadap pembinaan generasi muda.

Selama tiga hari ke depan, peserta tidak hanya diuji dalam kecakapan teknik kepramukaan seperti pionering. Mereka juga diwajibkan mengikuti kompetisi kerja tim, pendalaman materi keagamaan, serta aksi kepedulian sosial di masyarakat.


Langkah SAKO Ma’arif NU menggelar perkemahan ini dinilai sebagai respons tepat terhadap krisis identitas remaja. Pola pendidikan luar sekolah berbasis alam dianggap efektif melatih empati dan solidaritas.


Melalui ekosistem perkemahan yang kompetitif ini, ajang PERSIMANU I ditargetkan mampu melahirkan kader muda NU yang adaptif. Alumni perkemahan diharapkan membawa pulang bekal kepemimpinan kuat untuk menjadi motor penggerak kebaikan di lingkungan mereka. (*).