Inspiratif! Kades Purwasaba Beri Kuliah Perdana di Magister Manajemen UMK, Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Genuine


 


 

Inspiratif! Kades Purwasaba Beri Kuliah Perdana di Magister Manajemen UMK, Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Genuine

Sabtu, 18 April 2026

GROBOG JATENG, Kudus– Program Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Muria Kudus (UMK) resmi memulai perkuliahan perdana dengan suasana berbeda. Menghadirkan narasumber praktisi, H. Welas Yuni Nugroho yang merupakan Kepala Desa Purwasaba, acara ini berlangsung khidmat di Ruang Seminar Lantai 4 Gedung Rektorat UMK, Jumat (17/04/26).

Kuliah perdana kali ini mengangkat tema strategis: “Transformasi Kepemimpinan Desa dalam Meningkatkan Kesejahteraan melalui Pengelolaan Sumber Daya.”
Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Hoho ini membedah konsep genuine leadership.

Baginya, kepemimpinan yang apa adanya, jujur, dan tidak dibuat-buat adalah kunci utama dalam merangkul masyarakat. Karakter asli seorang pemimpin sangat menentukan tingkat kepercayaan publik.

“Pemimpin itu harus berani mengambil keputusan, selama itu benar. Jangan ragu selama tujuannya untuk kebaikan,” ungkap Hoho dengan tegas di hadapan para peserta.

Ia juga menggarisbawahi bahwa latar belakang pendidikan adalah fondasi krusial. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas akan melahirkan pemimpin yang lebih bijak dalam mengambil arah kebijakan.

Hoho berbagi kisah sukses Desa Purwasaba dalam mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia menekankan bahwa integritas adalah harga mati dalam mengelola aset publik.

“Walaupun usaha itu bukan milik pribadi, tapi jika dikelola dengan jujur dan kerja keras, pasti akan berhasil,” jelasnya.


Hoho menyatakan bahwa Pemerintah Desa Purwasaba sangat terbuka sebagai wadah riset dan praktik lapangan. Mahasiswa dipersilakan mempelajari berbagai sektor unggulan desa, mulai dari peternakan ayam, manajemen BUMDes, hingga sektor pertanian.

“Kami terbuka untuk mahasiswa yang ingin belajar langsung. Silakan datang ke desa, belajar bersama kami,” tambahnya mengajak.

Kuliah perdana ini ditutup dengan antusiasme tinggi, menjadi jembatan antara teori akademik di kampus dengan realita kepemimpinan dan tata kelola sumber daya di tingkat desa yang sesungguhnya. (*).