GROBOG JATENG, Rembang -- Suasana haru menyelimuti prosesi pernikahan yang digelar di Desa Woro, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, belum lama ini. Mempelai pria, Abi Yahya Bunaya Sulthon, memberikan mahar tak lazim berupa bibit pohon mangga kepada istrinya, Aprilia Siti Nuraini.
Dipandu Kepala KUA Kragan, M. Ali Akhyar, akad nikah berlangsung khidmat. Aprilia tampak terharu saat menerima mahar tersebut dan mencium tangan suami sebagai bentuk penghormatan dan syukur. Pilihan mahar ini pun menarik perhatian para tamu undangan.
Menurut Abi, bibit mangga dipilih karena mengandung makna harapan akan rumah tangga yang terus tumbuh, berakar kuat, dan kelak berbuah manfaat bagi keluarga serta lingkungan. Selain simbolis, mahar tersebut juga mencerminkan kepedulian terhadap kelestarian alam dan diharapkan menjadi saksi perjalanan cinta mereka ke depan.
"Kami ingin pohon mangga ini tumbuh bersama kami dan menjadi saksi kami dalam membangun rumah tangga, bahkan hingga tumbuh bersama anak-anak kami," kata Abi. Dilansir dari website resmi kemenag.go.id.
Kepala KUA Kragan Moh Ali Akhyar mengatakan, mahar berupa bibit pohon mangga ini tertulis di buku nikah. "Maharnya yaitu berupa seperangkat alat sholat, sejumlah uang tunai, dan bibit pohon mangga. Mahar itu tertulis di buku Nikah, termasuk bibit pohon mangga," jelas Ali.
Peristiwa serupa sebelumnya juga terjadi. Mempelai pria asal Pati, Vicky Rio, pernah memberikan mahar sepasang bibit pohon mangga kepada pasangannya, Feronika Parastuti, warga Desa Sambutan, Kecamatan Kaliori.
Pernikahan dengan mahar bibit pohon ini menjadi inspirasi bahwa mahar tidak harus bernilai tinggi, tetapi bisa sederhana dan sarat makna. Penanaman bibit mangga oleh pengantin juga dianjurkan Kementerian Agama Kabupaten Rembang sebagai bagian dari program Ekoteologi dalam Asta Protas Kemenag.
Kepala Kemenag Rembang Moh Mukson menyatakan, program Ekoteologi digencarkan melalui gerakan MELATI guna mendorong peran masyarakat dalam merawat dan melestarikan lingkungan di tengah kondisi alam yang kian memprihatinkan.
"Kami sampaikan apresiasi yang mendalam kepada pasangan pengantin yang telah menjadikan pohon sebagai mahar, atau sebagai simbol pernikahan mereka. Semoga menjadi amal dan wakaf untuk kelestarian alam dan nasib anak cucu kita kelak," kata Mukson. (Hms/Ida).

.jpg)