GROBOG JATENG, Grobogan– Sebuah rumah sekaligus toko sembako milik Mahrudi (32) di Dusun Trisik, Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (14/8/2026) sore.
Insiden ini diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.Peristiwa mencekam ini pertama kali diketahui oleh Lailatul Ari Musarofah (27). Saat melangkah ke bagian belakang rumah, ia dikejutkan oleh kobaran api yang sudah membakar tumpukan kardus di ruang tengah. Sontak, ia langsung berteriak histeris meminta pertolongan.
Teriakan tersebut didengar oleh sang pemilik, Mahrudi, yang saat itu sedang sibuk melayani pembeli di area depan rumah yang difungsikan sebagai toko sembako. Mahrudi pun langsung berlari menuju bagian belakang rumah untuk memeriksa keadaan.
Namun, saat tiba di lokasi, ia melihat api telah membakar tumpukan kardus hingga menjalar ke bagian atap rumah. Situasi kian panik ketika aliran listrik tiba-tiba padam dan muncul percikan api dari instalasi kabel di dekat tumpukan kardus tersebut. Dalam sekejap, api semakin membesar dan sulit dikendalikan.
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban langsung berdatangan membawa peralatan seadanya untuk membantu memadamkan api. Kejadian ini pun segera dilaporkan ke Polsek Tawangharjo dan tim Damkar Kabupaten Grobogan.
Mendapat laporan warga, petugas kepolisian dari Polsek Tawangharjo jajaran Polres Grobogan - Polda Jateng bersama tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
"Begitu menerima laporan, personel langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa," ujar Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono.
AKP Sartono menjelaskan bahwa bangunan yang terbakar merupakan rumah berbentuk limasan yang sebagian besar konstruksinya menggunakan kayu jati, sehingga membuat api dengan cepat merambat. Selain merusak struktur bangunan, amukan api juga melalap habis stok barang dagangan sembako yang disimpan di bagian tengah rumah.
"Kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik yang kemudian membakar tumpukan kardus," jelas AKP Sartono.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Pasca-kejadian, Kapolsek Tawangharjo mengimbau masyarakat luas untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang bersumber dari instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik. Apabila ditemukan kabel rusak, percikan api atau kondisi kelistrikan yang tidak normal, segera lakukan pemeriksaan dan penanganan agar tidak menimbulkan kebakaran," pungkasnya. (AN).

.jpg)