GROBOG JATENG, Kudus– Universitas Muria Kudus (UMK) terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang mandiri, inovatif, kreatif, dan responsif. Salah satu bukti nyatanya adalah keberhasilan enam tim mahasiswa wirausaha UMK yang sukses meraih pendanaan eksternal tingkat nasional dari KemDikti-Saintek melalui Program Pengembangan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan.
Prestasi gemilang ini merupakan buah dari pembinaan berkelanjutan yang melibatkan dosen pembimbing, serta tingginya motivasi mahasiswa dalam mengembangkan gagasan dan produk usaha mereka.
Kampus UMK sendiri telah menetapkan kegiatan wirausaha sebagai muatan lokal wajib. Kebijakan ini sengaja dirancang untuk menumbuhkan pengalaman praktis sekaligus membangun keberanian mahasiswa dalam mengembangkan ide, produk, dan model usaha.
Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., memberikan ucapan selamat sekaligus rasa bangganya atas kegigihan para mahasiswa yang mampu menyeimbangkan berbagai tanggung jawab di kampus.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada enam tim mahasiswa wirausaha UMK yang dengan gigih meluangkan waktu untuk membangun kemandirian melalui wirausaha. Bukan hal yang mudah membagi waktu antara kuliah, berorganisasi, dan menjalankan usaha. Kedisiplinan, tanggung jawab, kerja tim yang solid, inovasi, dan kreativitas menjadi bekal yang sangat bernilai bagi mahasiswa di kemudian hari,” tutur Rektor UMK.
Di sisi lain, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugeng Slamet, S.T., M.T. menjelaskan bahwa kompetisi P2MW dan PKM nasional merupakan agenda tahunan dari Kemdikti-Saintek.
Program ini memegang peran krusial dalam memperkuat perekonomian Indonesia dengan cara menyiapkan mahasiswa sejak dini. “Mahasiswa sebagai generasi penerus merupakan aset bangsa yang potensial untuk dikembangkan minat, bakat, kreativitas, dan inovasinya dalam berwirausaha, terlebih di era digitalisasi dan era disrupsi sekarang ini,” jelasnya.
Guna mendukung ekosistem ini secara berkelanjutan, UMK aktif memfasilitasi berbagai komunitas bisnis mahasiswa. Mulai dari UKM Bisnis dan Start-up Mahasiswa (BISMA), Koperasi Mahasiswa, hingga Student Entrepreneurship Community.
Tidak berhenti di situ, UMK juga mendorong hilirisasi produk melalui penguatan inkubator bisnis center agar produk mahasiswa memiliki daya saing kuat di pasar luas.
Memasuki era digital, arah kewirausahaan mahasiswa UMK kini semakin difokuskan menuju technopreneur. Pemanfaatan teknologi dan literasi informasi menjadi pilar penting dalam menghadapi tantangan global.
Keberhasilan enam tim peraih hibah ini pun kian memperkokoh fondasi ekosistem kewirausahaan UMK yang berbasis pada inovasi, kreativitas, kolaborasi, dan teknologi. (*).

.jpg)