Niatnya Cuma Bakar Sampah, Rumah Warga di Godong Grobogan Malah Ludes Terbakar Saat Ditinggal Pergi


 


 

Niatnya Cuma Bakar Sampah, Rumah Warga di Godong Grobogan Malah Ludes Terbakar Saat Ditinggal Pergi

Rabu, 09 September 2026

GROBOG JATENG, Grobogan- Peristiwa kebakaran menimpa bagian belakang rumah seorang warga bernama Tentrem (46) di Desa Latak, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa (8/9/2026) sore, akibat sisa pembakaran sampah yang diduga belum sepenuhnya padam. Saat insiden terjadi, rumah tersebut sedang dalam kondisi kosong ditinggal pemiliknya yang tengah bepergian ke luar kota.

Peristiwa ini pertama kali disadari oleh seorang saksi mata bernama Dasipah (62). Sore itu, ia berniat memberi makan ternak di kandang belakang rumahnya. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara letupan kecil yang mencurigakan dari arah kediaman korban.

Setelah diperiksa, Dasipah mendapati api sudah berkobar dan membakar bagian belakang rumah Tentrem. Panik melihat situasi tersebut, ia spontan berteriak histeris meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar.

Mendengar teriakan Dasipah, warga setempat langsung berhamburan menuju lokasi kejadian. Secara gotong-royong, mereka berupaya menjinakkan amukan si jago merah menggunakan air dan peralatan seadanya guna mencegah api merembet ke bangunan lain. 

Tak lama kemudian, peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Godong dan tim Pemadam Kebakaran (Damkar). Petugas yang tiba di lokasi segera bahu-membahu bersama warga hingga api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kapolsek Godong, AKP Muh. Suharto, menjelaskan bahwa penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari kelalaian saat membakar sampah.

“Dari hasil pemeriksaan, api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang belum sepenuhnya padam. Bara tersebut kemudian diduga menjalar dan membakar waring yang berada di belakang hingga merambat di area belakang rumah korban,” ujar Kapolsek Godong AKP Muh.

Suharto.Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Kendati demikian, pemilik rumah harus menanggung kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.

Berkaca dari insiden ini, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk jauh lebih berhati-hati dan tidak meremehkan sisa pembakaran sekecil apa pun, terutama saat hendak meninggalkan rumah.

“Apabila membakar sampah, pastikan api dan bara benar-benar sudah padam sebelum meninggalkan lokasi. Jangan menganggap api kecil tidak berbahaya karena dalam kondisi tertentu dapat merambat dan memicu kebakaran,” tegasnya.

Selain itu, Polsek Godong juga mengimbau seluruh masyarakat untuk memperketat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing, terlebih di tengah kondisi musim kemarau saat ini. (AN).