Pamit Terakhir ke Istri, Petani Lansia di Wirosari Ditemukan Meninggal di Sawah Usai Pangkas Pohon Jati


 


 

Pamit Terakhir ke Istri, Petani Lansia di Wirosari Ditemukan Meninggal di Sawah Usai Pangkas Pohon Jati

Rabu, 09 September 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Sebuah peristiwa tragis menimpa seorang petani paruh baya di wilayah hukum Polres Grobogan, Polda Jateng. Korban berinisial N (75), warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, ditemukan meninggal dunia di area persawahan milik Ali Masruri yang berlokasi di Lingkungan Kliling, Kelurahan Kunden, pada Rabu (9/9/2026).

Peristiwa bermula sekitar pukul 06.30 WIB ketika korban berpamitan kepada istrinya, Lasmiati (62), untuk pergi ke lahan persawahan tersebut. Korban selama ini dipercaya oleh pemilik lahan untuk menggarap sawah dan melakukan berbagai aktivitas pertanian di sekitar lokasi kejadian.

Setengah jam kemudian, sekitar pukul 07.00 WIB, seorang warga bernama Suparman (73) sempat melihat korban saat dirinya sedang mengambil air di sungai yang berjarak sekitar 100 meter dari TKP. 

Saksi melihat korban tengah memanjat pohon jati pada ketinggian sekitar 14 meter dari tanah untuk memotong atau merapikan ranting. Setelah selesai mengambil air, Suparman pun pulang ke rumah. Momen tersebut menjadi kali terakhir korban terlihat dalam kondisi bernyawa.

Nahas, sekitar pukul 10.00 WIB, Sudarmin (65), seorang petani yang melintas setelah selesai bekerja di sawahnya, melihat korban sudah dalam posisi terlentang di tanah. Sudarmin mendekat untuk memastikan kondisi korban dan mendapati bahwa korban sudah tidak bernyawa. Ia pun segera meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian ini ke pihak kelurahan, yang kemudian diteruskan ke Polsek Wirosari.

Menerima laporan tersebut, petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Grobogan dan tenaga medis dari Puskesmas Wirosari 1 segera bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan aktivitas korban, antara lain satu gergaji, satu cangkul, satu parang, dua karung berwarna putih, dan satu botol berisi air. Petugas juga menemukan sebuah tangga sepanjang kurang lebih 3,5 meter yang masih tersandar pada pohon jati dekat posisi korban tergeletak.

Berdasarkan hasil olah TKP, terdapat bercak darah pada batang dan ranting pohon jati yang telah dipotong. Petugas juga mendapati sekitar lima hingga Enam pohon jati berdiameter 30 sentimeter yang bagian rantingnya telah dirapikan.Sementara itu, tim medis dari Puskesmas Wirosari 1 langsung melakukan pemeriksaan luar pada jenazah korban. 

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya hematum pada bagian kepala atas hingga belakang telinga. Selain itu, ditemukan pula luka lecet pada dahi kanan, kepala bagian atas, siku kanan, serta pinggang kiri korban.

"Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar, korban diduga terjatuh saat melakukan aktivitas memotong atau merapikan ranting pohon jati. Kami juga menemukan sejumlah peralatan dan kondisi di sekitar lokasi yang berkaitan dengan aktivitas korban sebelum kejadian," terang Kapolsek Wirosari, AKP Eko Sri Luvianto.

Pihak keluarga korban telah menerima peristiwa ini dengan ikhlas sebagai sebuah musibah. Melalui adik korban, keluarga menyatakan keberatan untuk dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi. Setelah seluruh proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Atas kejadian ini, AKP Eko Sri Luvianto memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar senantiasa waspada dan mengutamakan keselamatan saat melakukan pekerjaan di ketinggian.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan ketika bekerja di ketinggian. Pastikan peralatan yang digunakan dalam kondisi aman dan jangan memaksakan diri apabila kondisi pekerjaan berisiko," pungkasnya. (AN).