Niat ke Sawah, Petani di Grobogan Tewas Tertemper KA Argo Anjasmoro


 


 

Niat ke Sawah, Petani di Grobogan Tewas Tertemper KA Argo Anjasmoro

Jumat, 30 Oktober 2026

GROBOG JATENG, Grobogan– Nasib nahas menimpa P (58), seorang petani asal Desa Pandanharum, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Argo Anjasmoro di perlintasan tanpa palang pintu yang berada di KM ½ petak jalan Kradenan–Sulursari, Dusun Bangkerep, Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan, pada Jumat (30/10/2026).

Peristiwa tragis ini terjadi saat korban hendak berangkat menuju ke sawah dengan mengendarai sepeda motor tanpa nomor polisi. Ketika mencoba melintasi rel, sepeda motor yang dikendarai korban mendadak mengalami kesulitan. Merasa kendaraannya tersangkut atau sulit bergerak, korban memutuskan turun untuk mencoba melanjutkan perjalanannya.

Nahas, pada saat yang bersamaan, melaju Kereta Api Argo Anjasmoro nomor KA 30B relasi Jakarta–Surabaya dari arah barat. Masinis kereta api sebenarnya sudah membunyikan klakson sebagai peringatan. Tak hanya itu, warga yang berada di sekitar area persawahan juga sempat berteriak histeris demi memperingatkan korban. Namun, karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan tidak dapat dihindari. Korban beserta sepeda motornya tertemper kereta hingga terpental.

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut langsung bergegas melaporkan insiden ini ke Polsek Kradenan agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Usai menerima laporan dari masyarakat, petugas Polsek Kradenan bersama tim Inafis Polres Grobogan langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa kondisi korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, tubuh korban ditemukan berada sekitar sembilan meter dari titik benturan awal. Sementara itu, sepeda motor milik korban terpental hingga sejauh 26 meter dan masuk ke dalam selokan.

Petugas juga menemukan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas korban, seperti cangkul, sabit, korek api, lampu sepeda motor, serta serpihan pecahan bagian kendaraan.

Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tragis yang menimpa petani tersebut. Ia berharap agar keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ungkapnya.

Berkaca dari kejadian ini, AKP Edy Sutarjo juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati ketika melintasi perlintasan kereta api, terutama yang tidak dilengkapi dengan palang pintu pembatas.

"Berhenti sejenak sebelum menyeberang, tengok kanan dan kiri, dengarkan suara peringatan, serta pastikan tidak ada kereta yang akan melintas,” pungkasnya. (AN/Red).