Pemprov Jateng Dorong Nilai Ekonomi Biogas Lewat Program "Gebrak Bio" di Jepara


 


 

Pemprov Jateng Dorong Nilai Ekonomi Biogas Lewat Program "Gebrak Bio" di Jepara

Kamis, 08 Oktober 2026

GROBOG JATENG, Jepara — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengoptimalkan program Gebrak Bio (Gebrakan Bernilai Ekonomi Produk Biogas) di Kabupaten Jepara untuk mengolah bio-slurry (ampas biogas) menjadi produk bernilai guna seperti pupuk organik padat, pupuk organik cair (POC), dan media tanam.

Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Muria, Diana Kristina, menjelaskan bahwa program yang diluncurkan pada Senin (5/10/2026) ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular agar kotoran ternak tidak sekadar menjadi energi bersih rumah tangga, melainkan memberikan tambahan penghasilan.

“Biogas tidak berhenti pada gas. Dari prosesnya kita mendapatkan bio-slurry yang masih memiliki potensi. Melalui Gebrak Bio, potensi tersebut kita olah menjadi produk yang bermanfaat, dan diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Diana saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).

Program ini merupakan kolaborasi lintas sektor antara Dinas ESDM Jateng, Pemkab Jepara, Undip, Undaris, TP PKK Jateng, DWP Dinas ESDM Jateng, serta dunia usaha. Sebagai tindak lanjut, bimbingan teknis digelar pada Selasa (6/10/2026) bagi tiga kelompok tani di Kecamatan Kembang, yakni Kelompok Tani Guyub Rukun (Desa Sumanding), Kelompok Tani Makmur II (Desa Bucu), dan Kelompok Tani Morodadi I (Desa Cepogo).

Dalam bimtek tersebut, para petani dilatih mulai dari penanganan bahan, fermentasi, formulasi, hingga pengemasan dan pemasaran. Peningkatan kapasitas ini dinilai krusial agar keberlanjutan instalasi biogas kian optimal.

“Kita ingin manfaat biogas tidak berhenti ketika gasnya sudah digunakan. Ampas biogas juga harus memberikan manfaat. Ketika bio-slurry dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, maka manfaat instalasi biogas menjadi semakin lengkap,” tambah Diana.

Inisiatif ini turut mendapat apresiasi penuh dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara, Mudhofir, yang melihat peluang besar bagi para petani dalam mengoptimalkan potensi limbah peternakan.

“Jangan melihat limbah sebagai akhir dari sebuah proses. Lihatlah sebagai awal dari sebuah nilai,” pungkas Mudhofir.