GROBOG JATENG, Grobogan– Hujan deras disertai angin puting beliung melanda wilayah Desa Karangwader, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan pada Rabu (4/11/2026). Akibat cuaca ekstrem tersebut, sebuah rumah warga roboh total hingga rata dengan tanah.
Beruntung, pemilik rumah berhasil selamat dari musibah tersebut, meski kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Rumah yang roboh tersebut diketahui milik Karsini (67), seorang petani yang tinggal di Dusun Karangwader. Kerusakan bangunan sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Senin (2/11/2026) setelah diterjang hujan deras pertama. Kondisinya semakin parah dan rentan karena cuaca buruk kembali mengguyur wilayah tersebut pada Selasa malam.
Puncaknya terjadi pada Rabu siang, ketika seorang warga sekitar mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari arah rumah korban. Saat diperiksa, rumah berbentuk limasan tersebut sudah dalam kondisi ambruk. Saksi mata langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Setelah dilakukan pencarian di sekitar reruntuhan, Karsini berhasil ditemukan di luar bangunan dalam keadaan selamat. Warga yang berkumpul kemudian bergotong royong membersihkan material kayu dan bagian bangunan yang berserakan.
Mendapat laporan mengenai insiden tersebut, petugas dari Polsek Penawangan langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan pendataan.
Kapolsek Penawangan, IPTU Ali Sofan menjelaskan, bahwa bangunan rumah milik korban tersebut menggunakan material kayu campuran mahoni dan bambu. Sebagian material penyangga diketahui telah mengalami kerusakan akibat faktor usia.
“Rumah milik korban berbentuk limasan, memiliki dinding dari papan kayu dan anyaman bambu, sedangkan bagian atap menggunakan genteng tanah liat. Bangunan rumah tersebut mengalami kerusakan setelah beberapa kali terdampak hujan deras disertai angin puting beliung, hingga akhirnya roboh pada hari ini,” ujarnya.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk lebih waspada, terutama karena saat ini wilayah Grobogan dan sekitarnya sedang memasuki periode cuaca ekstrem. Warga diminta rutin memeriksa kondisi kelayakan struktur atap, dinding, dan tiang penyangga rumah masing-masing.
“Kami mengimbau warga agar segera keluar rumah apabila terjadi hujan deras disertai angin puting beliung maupun apabila melihat tanda-tanda bangunan berpotensi roboh, seperti dinding retak, tiang miring, atau bagian atap yang mulai bergeser. Kewaspadaan dan pemeriksaan kondisi tempat tinggal secara berkala diharapkan dapat mengurangi risiko kejadian serupa,” tandas IPTU Ali Sofan.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tragis ini, kerugian yang dialami korban Karsini diperkirakan mencapai Rp20 juta. (AN/Red).

.jpg)