GROBOG JATENG, Jakarta - Penyidik kepolisian masih terus memburu otak utama dan pihak penerima aliran rekaman dalam skandal penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta sejumlah perwira tinggi Polri.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, hingga kini pihak Istana Kepresidenan belum menerima laporan resmi terkait identitas dalang di balik aksi penyadapan tersebut karena proses pendalaman oleh kepolisian masih berjalan.
”Secara detail belum ya. Karena itu kan masih proses yang sekarang sedang dilakukan oleh teman-teman di kepolisian. Nanti pada waktunya pasti akan disampaikan kepada teman-teman media dan kepada seluruh masyarakat,” ujar Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Hingga saat ini, pihak Istana juga masih dibuat penasaran mengenai motif utama di balik nekatnya Listyo Sigit bersama kelompoknya menerobos sistem pengamanan komunikasi Presiden Prabowo Subianto.
Prasetyo bahkan menyebut skala penyadapan ini sangat luas dan mencengangkan. Sebab, aksi ilegal tersebut tidak sekadar membidik kepala negara, melainkan turut menyasar para menteri kabinet, pimpinan partai politik, hingga sejumlah tokoh organisasi masyarakat.
”Bahwa ada proses, dan ini kan Kepala Negara. Kepala Negara, kemudian di situ juga ada para menteri, kemudian dilaporkan juga ada pimpinan partai, termasuk tokoh-tokoh ormas. Ini tentunya dari niatan kan sudah membuat kita bertanya-tanya, ini tujuannya untuk apa,” tegas Prasetyo.
Prasetyo mengimbau publik untuk bersabar dan menyerahkan sepenuhnya pengungkapan konstruksi perkara kepada tim penyidik penyelesaian kasus di kepolisian.”Tapi secara lengkap dan detail, itu kita tunggu dari proses penyidikan,” pungkas Mensesneg. (Red).

.jpg)