Banjir Rendam Akses Utama Dusun Pancan, Aktivitas Warga Terganggu


 


 

Banjir Rendam Akses Utama Dusun Pancan, Aktivitas Warga Terganggu

Senin, 13 April 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan dalam beberapa hari terakhir, ditambah luapan Sungai Lusi, menyebabkan banjir menggenangi Dusun Pancan, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, pada Senin (12/4/2026). Genangan air bahkan merendam akses jalan utama warga, sehingga mengganggu mobilitas serta aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.

Banjir merendam akses jalan utama Dusun Pancan sehingga menghambat mobilitas warga dan berdampak pada perlambatan aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, sejumlah sekolah di wilayah terdampak terpaksa diliburkan, namun ada pula sekolah yang masih tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar meski dalam kondisi banjir.

Puji Hartati, salah satu guru di MI Yatpi Getasrejo, mengungkapkan bahwa akses jalan menuju madrasahnya kerap terdampak banjir. Kondisi tersebut bahkan terjadi berulang hampir setiap tahun. Menurutnya, genangan air di jalan membuat aktivitas belajar mengajar menjadi terganggu. Tidak sedikit siswa yang kesulitan datang ke sekolah karena akses yang tidak bisa dilalui dengan aman.

“Kalau musim hujan seperti ini, akses jalan ke madrasah sering tergenang. Dalam satu tahun bisa dua sampai tiga kali banjir,” ujarnya.

Salah satu warga setempat, Dwinur Cahyaningsih, mengungkapkan bahwa genangan air yang terjadi cukup mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Ia menyebut, banjir yang merendam jalan utama membuat warga kesulitan menjalankan kegiatan, termasuk anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.

 “Air menggenangi jalan utama, jadi warga kesulitan beraktivitas, termasuk anak-anak yang hendak berangkat sekolah,” bebernya.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menangani banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut, khususnya dengan memperbaiki sistem drainase dan mengendalikan luapan Sungai Lusi. 

Mereka juga menginginkan adanya solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap tahun, sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan, dapat berjalan normal tanpa terganggu saat musim hujan. (Ida/AN/Red).