GROBOG JATENG, Grobogan– Suasana siang di Pasar Desa Tegalrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mendadak mencekam pada Sabtu (11/7/2026). Kobaran api yang diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik menghanguskan enam kios pedagang dan memicu kepanikan warga sekitar.
Peristiwa ini pertama kali disadari oleh Rusdi (46), seorang warga setempat. Saat hendak bersantai di teras rumahnya, pandangannya tertuju pada kobaran api yang mulai membesar dari salah satu bangunan kios.
Rusdi langsung berteriak histeris meminta pertolongan. Teriakan tersebut mengundang kedatangan warga yang langsung bahu-membahu menjinakkan api dengan alat seadanya sembari mengevakuasi barang dagangan.
Nahas, embusan angin dan material yang mudah terbakar membuat si jago merah merembet cepat. Enam kios milik Warsi (40), Susi Hidayati (44), Hani (44), Piyah (60), Prihatin (40), dan Tyan (45) luluh lantak sebelum sempat diselamatkan.
Mendapat laporan darurat, personel Polsek Wirosari bersama Tim Inafis Polres Grobogan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Bersama petugas pemadam kebakaran, petugas melokalisasi api agar tidak meluas ke area pasar lainnya.
"Begitu menerima informasi, anggota langsung menuju lokasi bersama unsur terkait untuk melakukan penanganan sekaligus mengamankan area kebakaran," ujar Kapolsek Wirosari AKP Saptono Widyo Haryanto mewakili Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama.
Setelah api berhasil dipadamkan, Tim Inafis segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menemukan fakta bahwa meteran listrik utama masih utuh dalam posisi off. Namun, petunjuk kuat mengarah pada temuan sambungan serabut kabel non-SNI yang diduga menjadi pemicu korsleting.
Kerusakan paling parah terlihat di sisi barat dan tengah bangunan, termasuk menghanguskan lima unit timbangan dagangan.
"Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada hubungan arus pendek listrik," jelas AKP Sapto.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini. Kendati demikian, total kerugian material dari enam pedagang yang terdampak diperkirakan mencapai Rp6 juta.
Atas insiden ini, pihak kepolisian meminta seluruh pedagang dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan instalasi listrik di lingkungan tempat usaha.
"Kami mengajak masyarakat untuk secara berkala memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Hindari penggunaan kabel atau sambungan yang tidak memenuhi standar, jangan membebani stop kontak secara berlebihan, serta segera laporkan apabila menemukan potensi yang dapat memicu kebakaran. Kewaspadaan dan kepedulian bersama merupakan langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa," pungkasnya. (GJ/AN/Red).

.jpg)