Ditinggal Arisan Sebentar, Pengusaha Tahu di Grobogan Ini Lemas Rumah Produksinya Ludes Terbakar!


 


 

Ditinggal Arisan Sebentar, Pengusaha Tahu di Grobogan Ini Lemas Rumah Produksinya Ludes Terbakar!

Rabu, 08 Juli 2026

GROBOG JATENG, Grobogan- Musibah kebakaran terjadi di tempat usaha penggorengan tahu milik Darkoni (55) di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa (7/7/2026) malam. 

Insiden yang terjadi saat pemiliknya sedang menghadiri acara arisan keluarga ini menghanguskan bangunan kayu dan memicu kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp20 juta.Peristiwa bermula ketika Darkoni dan karyawannya selesai memproduksi tahu sekitar pukul 18.30 WIB. 

Setelah para pekerja pulang, Darkoni sempat menyiram tungku berbahan bakar tongkol jagung miliknya dengan air. Merasa situasi sudah aman dan api padam, ia bergegas menuju acara arisan keluarga yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.

Nahas, sekitar pukul 20.30 WIB, seorang tetangga dikejutkan oleh kobaran api yang membubung dari area dapur produksi tahu tersebut. Teriakan minta tolong langsung memobilisasi warga sekitar. Dengan peralatan seadanya, masyarakat bergotong-royong menjinakkan si jago merah hingga padam dalam waktu 30 menit, sekaligus mencegah api merembet ke area pemukiman.

Petugas dari Polsek Tanggungharjo yang menerima laporan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi menemukan bahwa api berasal dari area tungku penggorengan yang kemudian merambat ke dinding kayu setinggi 5 meter, lalu menghanguskan struktur atap bangunan berukuran 9 x 9 meter tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama melalui Kapolsek Tanggungharjo AKP Duddy Lukman Prabowo menjelaskan bahwa sisa bara api yang belum mati total menjadi pemicu utama peristiwa ini.

"Dari hasil olah TKP, penyebab kebakaran diduga berasal dari bara api pada tungku penggorengan berbahan bakar bonggol jagung yang belum padam sepenuhnya. Bara tersebut kemudian menyambar dinding kayu di dekat tungku hingga api membesar dan membakar bangunan tempat usaha," ujar AKP Duddy Lukman Prabowo.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian meminta para pelaku usaha mikro untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat meninggalkan lokasi produksi mereka.

"Pastikan bara api benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat usaha. Jangan menganggap api sudah mati hanya karena tidak terlihat menyala, sebab bara yang masih tersisa dapat kembali memicu kebakaran. Kewaspadaan dan pemeriksaan kembali sebelum meninggalkan lokasi merupakan langkah untuk mencegah terjadinya kebakaran," pungkasnya. (GJ/Red).