Niat Hati Cari Nafkah, Buruh Bangunan di Grobogan Meninggal Tersengat Listrik saat Pegang Scaffolding


 


 

Niat Hati Cari Nafkah, Buruh Bangunan di Grobogan Meninggal Tersengat Listrik saat Pegang Scaffolding

Kamis, 09 Juli 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Suasana kerja di sebuah rumah toko (ruko) di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis (9/7/2026). 

Seorang buruh bangunan berinisial S (57), warga Desa Grabagan, Kecamatan Kradenan, dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat arus listrik saat sedang beraktivitas merenovasi bangunan tersebut.

Peristiwa naas ini bermula ketika korban bersama dua orang rekannya sedang menggarap proyek renovasi ruko milik Mabhumsofa (41). Siang itu, korban bertugas di lantai dua bangunan untuk menyelesaikan pengerjaan pengecoran kolom ring.

Setelah sempat turun ke bawah untuk melepas dahaga, korban kembali bersiap melanjutkan pekerjaannya di lantai atas. Namun, saat korban hendak naik menggunakan scaffolding (steger) berbahan besi, petaka terjadi. 

Kedua tangan korban yang menyentuh rangka besi scaffolding langsung dialiri arus listrik berkekuatan tinggi.Korban seketika berteriak histeris karena tersetrum. 

Mendengar teriakan tersebut, seorang rekan kerja yang berada di dekatnya langsung bergegas mengulurkan bantuan. Naas, kuatnya hantaran listrik membuat rekan korban ikut tersengat hingga terpental. Melihat situasi kritis tersebut, rekan kerja yang lain dengan sigap berlari mematikan aliran listrik utama melalui MCB.

Setelah arus listrik terputus, tubuh korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Kradenan I. Jantung dan napas korban sempat diperiksa secara intensif oleh petugas medis, namun takdir berkata lain. Korban dinyatakan telah meninggal dunia.Aparat kepolisian dari Polsek Kradenan bersama Tim Inafis Polres Grobogan yang menerima laporan segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menghimpun keterangan dari para saksi.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan fakta bahwa lantai dua ruko yang sedang direnovasi tersebut dalam kondisi sebagian basah. Tepat di sekitar scaffolding besi, ditemukan dua utas kabel listrik yang tergeletak begitu saja di atas lantai. Polisi juga mengamankan potongan kabel berwarna merah dan biru yang ujungnya terbungkus isolasi usang sebagai barang bukti penyelidikan.

Berdasarkan pemeriksaan fisik luar, tim medis menemukan luka bakar pada telapak tangan dan beberapa jari korban yang menjadi titik kontak utama dengan aliran listrik. Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama melalui Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo menjelaskan bahwa insiden murni merupakan kecelakaan kerja akibat sengatan listrik saat korban hendak memanjat scaffolding."Personel bersama Tim Inafis telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan para saksi untuk memastikan penyebab kejadian. Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana," ujar AKP Edy Sutarjo.

Atas kejadian memilukan ini, pihak kepolisian meminta agar seluruh masyarakat, terutama para pekerja di sektor konstruksi, untuk jauh lebih berhati-hati dan waspada terhadap instalasi listrik di sekitar tempat kerja mereka.

"Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja merupakan langkah untuk mencegah kecelakaan. Jangan mengabaikan penggunaan alas kaki maupun perlengkapan keselamatan lainnya, terutama saat bekerja di lingkungan yang berdekatan dengan instalasi listrik," kata AKP Edy Sutarjo.

Kini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polres Grobogan terus mengimbau masyarakat luas untuk selalu memetakan potensi bahaya di lingkungan kerja demi mengantisipasi jatuhnya korban jiwa di kemudian hari. (GJ/AN/Red).