Dugaan Korsleting Listrik, Tiga Rumah Warga di Kedungjati Hangus Terbakar


 


 

Dugaan Korsleting Listrik, Tiga Rumah Warga di Kedungjati Hangus Terbakar

Kamis, 08 Oktober 2026

GROBOG JATENG, Grobogan — Suasana siang yang tenang di Dusun Lukas, Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, mendadak berubah mencekam pada Kamis (8/10/2026). Kobaran api secara tiba-tiba muncul dan melalap kawasan permukiman padat penduduk, menyisakan kepedihan mendalam bagi tiga keluarga yang menjadi korban.

Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, Ahmad Nasirul Amin (26) dan Pudji Asmono (53) tengah sibuk mengangkut peralatan sound system di kediaman salah satu warga, Dwi Muhaimin. Di tengah aktivitas tersebut, pandangan mereka mendadak tertuju pada kobaran api dibagian atap rumah milik Sujirah (70).

Sadar api mulai membesar dan mengancam keselamatan, keduanya langsung berteriak meminta pertolongan warga. Dalam hitungan menit, suasana sekitar menjadi riuh. Warga setempat berbondong-bondong datang memberikan bantuan, mencoba memadamkan amukan si jago merah dengan peralatan seadanya dan air dari rumah ke rumah.

Karena letak bangunan yang saling berdekatan, api dengan sangat cepat merambat ke bangunan di sisi-sisinya. Tak berselang lama, laporan darurat direspons cepat oleh jajaran Polsek Kedungjati, BPBD Grobogan, Satpol PP, serta tim pemadam kebakaran yang segera terjun ke lokasi untuk menjinakkan api.

Berkat kerja keras petugas gabungan dan aksi solidaritas warga yang bahu-membahu, amukan api akhirnya berhasil dilumpuhkan setelah berjuang selama kurang lebih satu jam.

Meski demikian, musibah ini meninggalkan kerugian yang tidak sedikit. Dua rumah warga berukuran sekitar 9 x 12 meter dan 9 x 15 meter mengalami kerusakan berat hingga sebagian besar bangunannya habis terbakar.

Sementara itu, satu rumah milik Roudlotul Jannah (77) yang berukuran 9 x 10 meter bernasib sedikit lebih beruntung, meski sebagian besar rusak, beberapa bagian tiang kayu dan struktur atapnya masih berhasil terselamatkan dari amukan api. “Dari hasil pemeriksaan, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik,” kata Kapolsek Kedungjati AKP Endro Suseno.

Ditambahkan AKP Endro Suseno, rumah milik korban yang terbakar sebagian besar menggunakan material kayu dengan atap genteng sehingga api relatif cepat membesar ketika kebakaran terjadi.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta. Selain kerusakan bangunan, kebakaran juga menyebabkan sebagian besar bagian rumah korban tidak dapat digunakan kembali.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan perangkat atau instalasi listrik dalam kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala juga penting untuk mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran,” pungkas AKP Endro Suseno. (Ida/AN/Red).