Gubernur Jateng Dorong 4,2 Juta UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor


 


 

Gubernur Jateng Dorong 4,2 Juta UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 08 Oktober 2026


GROBOG JATENG, Semarang — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong 4,2 juta unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di 35 kabupaten/kota untuk bertransformasi dari skala mikro menjadi usaha kecil, menengah, hingga menembus pasar ekspor.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha di tengah dinamika global. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu (7/10/2026).

“UMKM harus mempunyai dampak dan naik kelas. Mulai dari mikro menjadi kecil hingga menengah, dan dapat ekspor produk. Di saat kondisi geopolitik kemudian keterbatasan fiskal, UMKM kita harus bisa naik kelas,” kata Luthfi. Dilansir dari website resmi jatengprov.go.id.

Acara yang turut dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, serta ratusan mahasiswa dan pelaku usaha ini menjadi ruang strategis untuk memperluas akses pasar. Mengingat sekitar 97,95 persen dari total UMKM di Jateng merupakan usaha mikro, Pemprov Jateng terus mengintensifkan pendampingan dan pembinaan.

Berbagai program seperti Akademi Balatkop dan Hetero Business Leap dihadirkan guna memperkuat pola pikir kewirausahaan, pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan. Selain itu, dukungan permodalan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga 6% dari Bank Jateng turut disiapkan untuk memperkuat ekosistem bisnis para wirausaha baru.

“Kita gandeng seluruh stakeholder yang ada, kemudian memperbanyak kegiatan-kegiatan pameran sehingga bisa berkembang bersama, termasuk juga soal digitalisasi,” tambah Luthfi.

Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap bursa wirausaha unggulan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para mahasiswa dan calon wirausaha muda untuk meningkatkan produktivitas mereka.(Hms/Ida).