GROBOG JATENG, Grobogan – Guna meringankan beban masyarakat yang terdampak kemarau panjang, Polres Grobogan menggelar aksi bakti sosial penyaluran air bersih di Dusun Ngabilan, Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, Rabu (14/10/2026). Sebanyak 50.000 liter air bersih disalurkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan warga setempat yang mengalami krisis air bersih selama hampir lima bulan.
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Taufik Frida Mustofa, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian nyata kepolisian terhadap kondisi lingkungan sekitar, di mana air bersih menjadi kebutuhan mendesak warga saat musim kemarau.
“Kami dari Polres Grobogan bersama awak media dari Aliansi IJTI dan PWI Kabupaten Grobogan, tentunya kita akan berkolaborasi untuk bisa membantu masyarakat Kabupaten Grobogan khususnya dalam rangka pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. kali ini kita lakukan pendistribusian sebanyak 50.000 liter yang dilakukan secara bertahap. Ke depan, kami siap untuk kembali membantu dan menyalurkan," ujarnya.
Kondisi krisis air di Dusun Ngabilan dirasakan amat berat oleh warga. Salah seorang warga setempat, Diah Yunita, mengungkapkan bahwa daerahnya sudah tidak diguyur hujan deras selama lebih dari lima bulan.
Untuk memenuhi kebutuhan harian, warga yang mampu terpaksa membeli air tangki dengan biaya yang tidak sedikit. Sementara warga yang terbentur masalah ekonomi harus mencari pasokan air ke sumber yang cukup jauh.
"Sudah lima bulan tidak ada hujan sama sekali. Barusan kemarin ada hujan tapi belum deras. Bagi yang punya uang ya beli air seharga Rp 130.000 untuk pemakaian seminggu. Kalau yang tidak mampu beli, ya cari ke sumber air yang masih ada atau mengandalkan bantuan seperti ini," tutur Diah.
Kepala Desa Rejosari, Ali Sadikin, mengapresiasi langkah cepat Polres Grobogan beserta jajaran Reskrim dan rekan media yang turun langsung memberikan bantuan air bersih ke wilayahnya.
Ali menjelaskan, dari lima dusun yang ada di Desa Rejosari, Dusun Ngabilan khususnya di lingkungan RT 08 menjadi wilayah yang paling parah terdampak krisis air bersih. Di RT tersebut, tercatat ada sebanyak 118 Kepala Keluarga (KK) yang kesulitan mendapatkan air.
"Kami Mengucapkan terima kasih atas bantuannya dari Polres Grobogan, dari Kanit Reskrim, dan semua jajarannya terima kasih. Airnya bisa membantu warga Dusun Ngabilan khususnya. Untuk saat ini memang air sulit ya. Kekeringannya kan hampir lima bulan. Ada Pamsimas, cuma untuk sumbernya tidak mencukupi. Warga terpaksa mencari air ke tempat yang sangat jauh atau membeli sambil menunggu musim hujan tiba," jelas Ali Sodikin.
Kegiatan pendistribusian air bersih berlangsung tertib, di mana warga berbondong-bondong membawa berbagai wadah penampungan air seperti ember dan jerigen untuk menampung bantuan tersebut. (Ida/AN/Red).

.jpg)