GROBOG JATENG, Grobogan– Nasib apes menimpa Ngasiyem (86), seorang lansia di Dusun Ngrewan, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Rumah kayu miliknya hangus dilalap si jago merah pada Kamis (15/10/2026). Insiden kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh tungku tradisional untuk merebus labu kuning (waluh) yang ditinggalkan dalam kondisi masih menyala.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh salah seorang warga yang melihat kobaran api sudah membesar dan melalap bagian rumah korban. Sontak, warga tersebut berteriak histeris meminta pertolongan. Masyarakat sekitar yang mendengar teriakan langsung berdatangan dan bergotong-royong menjinakkan api menggunakan peralatan seadanya.
Sembari melakukan pemadaman awal, warga lainnya bergegas menghubungi petugas pemadam kebakaran serta melaporkan insiden tersebut ke Polsek Ngaringan.
Kapolsek Ngaringan AKP Andry Fajar Irianto menjelaskan kronologi kejadian. Sebelum kebakaran hebat itu terjadi, korban diketahui sedang memasak waluh di dapur rumahnya.
"Korban kemudian pergi ke rumah anaknya yang berada di sebelah rumah, tetapi api pada tungku diduga belum dimatikan," ujar AKP Andry Fajar.
Nahas, percikan api dari tungku tradisional tersebut merembet ke tumpukan kayu yang berada di sekitarnya. Dengan cepat, api menjalar dan membakar material bangunan. Karakteristik rumah kayu dengan dinding anyaman bambu dan atap genteng membuat si jago merah dengan sangat mudah mengamuk dan menghancurkan struktur bangunan berukuran 5x5 meter tersebut.
Selain menghanguskan bangunan rumah, kobaran api juga ikut membakar satu unit sepeda motor rusak yang sudah tidak terpakai di dalam rumah. Akibat musibah ini, kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp10 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk lebih waspada dan teliti ketika beraktivitas di dapur, terutama saat menggunakan alat memasak dengan api terbuka.
“Kami mengimbau masyarakat agar memastikan api pada tungku benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah. Jangan meninggalkan proses memasak tanpa pengawasan, terlebih jika di sekitarnya terdapat kayu, bambu, atau bahan lain yang mudah terbakar,” pungkasnya. (Red).

.jpg)